Keterbatasan
Keterbatasan
Untuk kesekian kalinya Musa kembali menunjukkan
ketakutan dan keraguan akan kemampuan dirinya untuk bisa memenuhi panggilan Tuhan
sebagai alat pembebas bagi bangsanya. Kita bisa mengerti keraguan Musa ini, karena
Musa belum lama bertemu dengan Allah. Musa belum memiliki banyak pengalaman
hidup bersama dengan Tuhan. Selain itu Musa juga merasa bahwa dirinya tidak
memiliki kemampuan sebagai pembicara yang baik. Dia juga tidak memiliki
referensi atau pengalaman untuk memimpin sebuah bangsa. Jadi bisa saja Musa
mengalami ketakutan bahwa pekerjaan Allah bisa gagal karena ketidakmampuan dan
keterbatasan dirinya.
Saudara, kita juga bisa mengalami keraguan
atau ketakutan seperti Musa. Banyak hal yang tidak kita kuasai dalam hidup ini.
Kita tahu bahwa untuk bisa menguasai atau menjadi ahli dalam satu bidang dengan
baik, memerlukan waktu yang panjang, bahkan ada yang terus mengerjakannya seumur
hidup. Manusia begitu terbatas dan memiliki banyak kelemahan. Namun panggilan
Tuhan adalah untuk masuk dalam rencana-Nya yang sempurna. Berarti saat Allah memanggil
seseorang, pada saat itu juga Allah akan memperlengkapinya dengan kemampuan sesuai
tugas pekerjaan yang Dia kehendaki.
Musa pernah mengalami ketakutan, karena
keterbatasan dirinya. Namun Allah-lah yang sebenarnya melakukan seluruh
pekerjaan-Nya yang ajaib bagi umat Israel. Keterbatasan manusia menunjukkan
bahwa kemahakuasaan Tuhan-lah yang sebenarnya sedang bekerja, bukan kemampuan
dan keahlian manusia. Saudara, jika saat ini menyadari keterbatasan dan
kelemahan diri saudara, mari minta kasih karunia Allah agar kita dimampukan
untuk bisa turut serta dan menyelesaikan panggilan-Nya dalam kehidupan saudara.
Dan mengucap syukur, karena sesungguhnya kasih karunia-Nya lah yang bekerja
dalam hidup saudara. Kiranya Allah senantiasa menolong kita semua. (TM)
Komentar
Posting Komentar