Hati yang Lemah Lembut

Kamis, 27 Maret 2025
Hati yang Lemah Lembut 
Bacaan Alkitab : Keluaran 9: 13-19

          Saudara, pembacaan Firman Tuhan hari ini telah memasuki tulah ketujuh yaitu hujan es. Perikop ini diawali dengan prolog berisi perintah Tuhan kepada Musa untuk menyampaikan pesan-Nya kepada Firaun. Tuhan meminta Firaun untuk melepaskan umat-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Dan jika tidak mengizinkannya maka Firaun, para pegawai serta seluruh bangsa Mesir akan kembali menerima hukuman. Gambaran dari hukuman ini diawali dengan pernyataan Tuhan bahwa Ia akan “…melepaskan segala tulah (tulah-tulah sebelumnya dan yang akan datang)..” (ay. 14). Serta “ … Aku membiarkan engkau hidup dengan maksud untuk memperlihatkan kekuatan-Ku kepadamu…” (ay. 16). Pernyataan ini menunjukkan bahwa tingkat hukuman yang diberikan akan berbeda dan lebih dahsyat daripada sebelumnya. 

Hukuman tersebut yaitu berupa, “…hujan es yang sangat dahsyat, yang belum pernah terjadi di Mesir.” (ay. 19). Bahkan, jika kita membaca pada ay. 23 dituliskan bahwa, “Tuhan melepaskan guruh serta hujan es dan api pun menyambar ke bumi..” Ia tidak hanya menghukum dengan hujan es tetapi disertai guruh juga api yang menyambar ke bumi. Gambaran ini menunjukkan kengerian yang akan dialami oleh Firaun apabila ia tidak melepaskan bangsa Israel pergi.

Saudara, mungkin seringkali juga kita bersikap seperti Firaun yaitu mengeraskan hati. Meskipun Tuhan sudah memberitahukan dampak dari pilihan-pilihan kita yang buat jika bertentangan dengan Firman Tuhan. Misalnya: kita mengetahui dalam Alkitab bahwa kejujuran adalah nilai-nilai dalam Alkitab yang perlu kita tumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Serta, dampak jika tidak melakukannya seperti kisah Ananias dan Safira (Kis. 5: 1-11). Tetapi, misalnya dalam bisnis kita tetap menipu kostumer tentang kualitas produk yang kita jual. Dengan tujuan agar kita dapat menjual produk dengan jumlah yang banyak agar keuntungan yang kita peroleh besar. Dan, ketika penipuan kita terbongkar, kita perlu bertanggungjawab sehingga mengalami kerugian yang besar bahkan perlu berurusan dengan hukum. Setelah semua itu terjadi kita baru menyadari bahwa Firman Tuhan itu benar dan tentunya akan mendatangkan berkat jika kita melakukannya.

Saudara, ingatlah bahwa hati yang keras akan membuat kita buta terhadap kebenaran yang telah Allah singkapkan bagi kita. Dan, menjadikan kita terus menerus hidup dalam pilihan yang salah serta konsekuensi yang mengikutinya. Sehingga, hidup kita jauh dari damai sejahtera serta sukacita sama seperti ketika kita melakukan firman Tuhan. Oleh karena itu, mari meminta Tuhan untuk terus menerus melembutkan hati untuk mau mendengar Firman-Nya serta melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah hati yang lemah lembut sudah sepenuhnya bertumbuh dalam diri kita Jika belum. Marilah berdoa dan meminta Allah untuk melembutkan hati kita. Agar mau mendengar FirTu dan melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari. (TH)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali