Hati yang Lemah Lembut
Hati yang Lemah Lembut
Saudara, pembacaan Firman Tuhan hari
ini telah memasuki tulah ketujuh yaitu hujan es. Perikop ini diawali dengan
prolog berisi perintah Tuhan kepada Musa untuk menyampaikan pesan-Nya kepada
Firaun. Tuhan meminta Firaun untuk melepaskan umat-Nya untuk beribadah
kepada-Nya. Dan jika tidak mengizinkannya maka Firaun, para pegawai serta
seluruh bangsa Mesir akan kembali menerima hukuman. Gambaran dari hukuman ini diawali
dengan pernyataan Tuhan bahwa Ia akan “…melepaskan segala tulah (tulah-tulah
sebelumnya dan yang akan datang)..” (ay. 14). Serta “ … Aku membiarkan engkau
hidup dengan maksud untuk memperlihatkan kekuatan-Ku kepadamu…” (ay. 16).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa tingkat hukuman yang diberikan akan berbeda
dan lebih dahsyat daripada sebelumnya.
Hukuman
tersebut yaitu berupa, “…hujan es yang sangat dahsyat, yang belum pernah
terjadi di Mesir.” (ay. 19). Bahkan, jika kita membaca pada ay. 23 dituliskan
bahwa, “Tuhan melepaskan guruh serta hujan es dan api pun menyambar ke bumi..”
Ia tidak hanya menghukum dengan hujan es tetapi disertai guruh juga api yang
menyambar ke bumi. Gambaran ini menunjukkan kengerian yang akan dialami oleh
Firaun apabila ia tidak melepaskan bangsa Israel pergi.
Saudara,
mungkin seringkali juga kita bersikap seperti Firaun yaitu mengeraskan hati.
Meskipun Tuhan sudah memberitahukan dampak dari pilihan-pilihan kita yang buat
jika bertentangan dengan Firman Tuhan. Misalnya: kita mengetahui dalam Alkitab
bahwa kejujuran adalah nilai-nilai dalam Alkitab yang perlu kita tumbuhkan
dalam kehidupan sehari-hari. Serta, dampak jika tidak melakukannya seperti
kisah Ananias dan Safira (Kis. 5: 1-11). Tetapi, misalnya dalam bisnis kita
tetap menipu kostumer tentang kualitas produk yang kita jual. Dengan tujuan
agar kita dapat menjual produk dengan jumlah yang banyak agar keuntungan yang
kita peroleh besar. Dan, ketika penipuan kita terbongkar, kita perlu
bertanggungjawab sehingga mengalami kerugian yang besar bahkan perlu berurusan
dengan hukum. Setelah semua itu terjadi kita baru menyadari bahwa Firman Tuhan
itu benar dan tentunya akan mendatangkan berkat jika kita melakukannya.
Saudara,
ingatlah bahwa hati yang keras akan membuat kita buta terhadap kebenaran yang
telah Allah singkapkan bagi kita. Dan, menjadikan kita terus menerus hidup
dalam pilihan yang salah serta konsekuensi yang mengikutinya. Sehingga, hidup
kita jauh dari damai sejahtera serta sukacita sama seperti ketika kita
melakukan firman Tuhan. Oleh karena itu, mari meminta Tuhan untuk terus menerus
melembutkan hati untuk mau mendengar Firman-Nya serta melakukannya dalam
kehidupan kita sehari-hari.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman
yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah hati yang lemah lembut sudah sepenuhnya bertumbuh dalam
diri kita Jika belum. Marilah berdoa dan meminta
Allah untuk melembutkan hati kita. Agar mau mendengar FirTu dan melakukannya
dalam kehidupan kita sehari-hari. (TH)
Komentar
Posting Komentar