Godaan Iblis
Godaan Iblis
Saudara, di dalam ayat yang kita baca diceritakan
bahwa Musa dan Harun taat kepada Allah yaitu menyampaikan Firman Tuhan dengan
tanda ajaib di depan Firaun. Harun melemparkan tongkatnya yang kemudian berubah
menjadi ular. Firaun yang melihat peristiwa ini kemudian memanggil para ahli
sihir dan orang pintar di Mesir. Dengan menggunakan ilmu sihir, mereka mampu
mengubah tongkat mereka menjadi ular juga. Namun tongkat Harun yang telah
menjadi ular memakan ular-ular mereka. Meskipun demikian, Firaun yang telah
melihat mukjizat tersebut menolak untuk mendengarkan Musa dan Harun. Dia tetap
mengeraskan hati dan menolak untuk tunduk kepada Tuhan.
Peristiwa ini menggambarkan bahwa Firaun memilih
untuk mengeraskan hati dan menolak Firman Tuhan yang datang kepadanya. Meskipun
dia menyaksikan sendiri bahwa Musa dan Harun sudah bertindak atas perintah
Tuhan dan membawa tanda-tanda ajaib untuk menunjukkan kuasa-Nya. Kemudian
meskipun iblis mengecohkan berita Firman yang datang kepadanya dengan meniru
tanda ajaib tersebut. Tapi Firaun juga melihat bukti bahwa kuasa Tuhan lebih
besar dari pada kuasa-kuasa lain di Mesir. Secara rasional, Firaun seharusnya
menyadari bahwa Allah yang disembah Musa lebih berkuasa dibandingkan dengan
ilah-ilah lain. Namun dia tetap memilih untuk mengeraskan hati dan menolak
kebenaran Firman Tuhan tersebut.
Saudara, dalam kehidupan orang percaya situasi yang sama pun sering terjadi. Setiap hari Tuhan terus menuntun kita dalam kebenaran melalui Firman Tuhan, renungan, khotbah bahkan peristiwa yang terjadi. Namun iblis pun tidak tinggal diam, dia mengecoh dan menipu kita dengan hal-hal yang kelihatannya benar dan menarik. Misalnya kesibukan berlebihan dalam pekerjaan, sekolah, membuka media sosial, hobi atau hiburan yang menyita semua waktu sehingga kita kehilangan kesempatan untuk membaca Firman dan berdoa. Iblis juga bisa menawarkan pemikiran seperti “ yang penting baik, tidak perlu rohani atau “semua agama sama saja”. Jika kita terus menerus memilih untuk tidak menaati Firman Tuhan, menunda untuk bertobat dan lebih percaya pada godaan iblis. Maka lama-kelamaan hati kita akan menjadi keras hati seperti Firaun. Oleh sebab itu, mari kita selalu meminta bimbingan dari Roh Kudus untuk memprioritaskan Firman Tuhan, mendisiplin diri untuk berdoa atau beribadah dan peka terhadap teguran Tuhan yang datang.
Saudara,
apakah saat ini saudara sedang berada dalam situasi di mana saudara mengetahui
kebenaran tetapi memilih untuk menolaknya? Jika iya. Maka mari datang kepada
Tuhan di dalam doa. Kiranya Tuhan membimbing kita untuk selalu berpegang pada
kebenaran Firman Tuhan. Dan juga memberikan kemampuan kepada kita agar tidak
terkecoh dan tergoda dengan hal-hal di tawarkan oleh iblis. (MS)
Komentar
Posting Komentar