Doa, Jembatan Menuju Kedekatan
Doa, Jembatan Menuju Kedekatan
Saudara
pada hari pertama dalam minggu ini, kita akan kembali melanjutkan pembacaan
Firman Tuhan tentang tulah keempat : lalat pikat. Dalam ay. 30-32 dituliskan
setelah Firaun meminta Musa untuk berdoa baginya, Musa melakukan tepat seperti
yang diminta oleh Firaun yaitu berdoa syafaat baginya. Bagian yang menarik dari
doa Musa ini adalah “..Musa…berdoa kepada TUHAN. TUHAN melakukan seperti yang
diminta Musa…” (ay. 30-31).
Saudara,
ada satu hal yang dapat kita pelajari dari penggalan kisah tentang Musa
bersyafaat bagi Firaun diatas yaitu : dalam doa Allah menghendaki adanya relasi
dengan umat-Nya (ay.31) Saudara, Allah dapat mengusir lalat pikat dari Mesir
tanpa Musa memohon kepada-Nya. Namun, Ia tetap melibatkan Musa dalam
rencana-Nya karena Ia menghendaki relasi/hubungan dengan umat-Nya. Relasi
inilah yang mendasari doa-doa yang dapat dipanjatkan kepada Allah oleh
umat-Nya. Bukan hanya sekedar permohonan yang diungkapkan, tetapi juga terjalin
relasi yang intim dengan-Nya.
Saudara dalam kejadian 3,
kita mengetahui bahwa hubungan antara Allah dan manusia menjadi rusak karena
dosa. Namun, karena manusia diciptakan dalam rupa dan gambar Allah (Kej. 1:
26-27). Maka, kerinduan untuk memiliki persekutuan dengan Allah masih tetap ada
dalam diri manusia. Doa, merupakan salah satu sarana yang digunakan Allah untuk
dapat berkomunikasi dan membangun relasi dengan-Nya. Hal ini dapat kita lihat
misalnya dalam, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan
memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, hal-hal yang
tidak kau ketahui” (Yer. 33: 3). Menunjukkan bahwa hubungan yang Allah
kehendaki adalah adanya komunikasi antara Allah dan umat-Nya. Dengan demikian
ketika kita berdoa bukan hanya permohonan kita saja yang kita ungkapkan kepada
Allah. Tetapi kita mengungkapkan pergumulan-pergumulan kita serta memberikan
“ruang hening” untuk mendengar Allah berbicara kepada kita. Sehingga, doa
menjadi jembatan menuju kedekatan antara Allah dan umat-Nya karena terjalin
relasi yang intim antara Allah dan kita.
Saudara,
mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara,
apakah kerinduan untuk membangun relasi dengan Allah mendasari doa-doa kita
kepada-Nya? Mari berdoalah dengan hati yang mengasihi Allah sehingga doa-doa
kita menggambarkan hubungan kita dengan Allah dan kasih kepada sesama. (TH)
Komentar
Posting Komentar