Doa, Jembatan Menuju Kedekatan

Senin, 24 Maret 2025
Doa, Jembatan Menuju Kedekatan 
Bacaan Alkitab : Keluaran 8: 30-32

          Saudara pada hari pertama dalam minggu ini, kita akan kembali melanjutkan pembacaan Firman Tuhan tentang tulah keempat : lalat pikat. Dalam ay. 30-32 dituliskan setelah Firaun meminta Musa untuk berdoa baginya, Musa melakukan tepat seperti yang diminta oleh Firaun yaitu berdoa syafaat baginya. Bagian yang menarik dari doa Musa ini adalah “..Musa…berdoa kepada TUHAN. TUHAN melakukan seperti yang diminta Musa…” (ay. 30-31).

          Saudara, ada satu hal yang dapat kita pelajari dari penggalan kisah tentang Musa bersyafaat bagi Firaun diatas yaitu : dalam doa Allah menghendaki adanya relasi dengan umat-Nya (ay.31) Saudara, Allah dapat mengusir lalat pikat dari Mesir tanpa Musa memohon kepada-Nya. Namun, Ia tetap melibatkan Musa dalam rencana-Nya karena Ia menghendaki relasi/hubungan dengan umat-Nya. Relasi inilah yang mendasari doa-doa yang dapat dipanjatkan kepada Allah oleh umat-Nya. Bukan hanya sekedar permohonan yang diungkapkan, tetapi juga terjalin relasi yang intim dengan-Nya.

Saudara dalam kejadian 3, kita mengetahui bahwa hubungan antara Allah dan manusia menjadi rusak karena dosa. Namun, karena manusia diciptakan dalam rupa dan gambar Allah (Kej. 1: 26-27). Maka, kerinduan untuk memiliki persekutuan dengan Allah masih tetap ada dalam diri manusia. Doa, merupakan salah satu sarana yang digunakan Allah untuk dapat berkomunikasi dan membangun relasi dengan-Nya. Hal ini dapat kita lihat misalnya dalam, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, hal-hal yang tidak kau ketahui” (Yer. 33: 3). Menunjukkan bahwa hubungan yang Allah kehendaki adalah adanya komunikasi antara Allah dan umat-Nya. Dengan demikian ketika kita berdoa bukan hanya permohonan kita saja yang kita ungkapkan kepada Allah. Tetapi kita mengungkapkan pergumulan-pergumulan kita serta memberikan “ruang hening” untuk mendengar Allah berbicara kepada kita. Sehingga, doa menjadi jembatan menuju kedekatan antara Allah dan umat-Nya karena terjalin relasi yang intim antara Allah dan kita.

          Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah kerinduan untuk membangun relasi dengan Allah mendasari doa-doa kita kepada-Nya? Mari berdoalah dengan hati yang mengasihi Allah sehingga doa-doa kita menggambarkan hubungan kita dengan Allah dan kasih kepada sesama. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali