Harapan dalam Doa

Jumat, 20 Desember 2024
Harapan dalam Doa 
Bacaan Alkitab : Kejadian 49: 5-7

          Saudara pada ay. 5-7, kita dapat melihat bahwa Yakub memanggil Simeon dan Lewi bersama-sama. Ada hal yang menarik dari isi ucapan berkat Yakub kepada Simeon dan Lewi yaitu Yakub mengutuk sifat kemarahan mereka. Hal ini dapat kita lihat dalam ay 7a yaitu, “terkutuklah kemarahan mereka sebab amarahnya ganas…” Yakub mengutuki sifat kemarahan mereka sebab bersifat merusak. Salah satu peristiwa yang memperlihatkan sifat kemarahan mereka yang merusak adalah ketika Simeon dan Lewi membunuh Sikhem, Hemor, dan seluruh penduduk kota karena peristiwa Dina, adik mereka (Kej. 25-26). Dengan demikian, dalam doa berkat yang diucapkan oleh Yakub ini, ia mengutuki sifat kemarahan Simeon dan Lewi. Kutuk ini disampaikan dalam doa berkat sebab ia memiliki pengharapan agar Simeon dan Lewi dapat menghilangkan sifat kemarahan itu sehingga mereka tidak semakin dirusak oleh kemarahan dalam diri mereka.

Saudara, Alkitab banyak memberikan nasihat tentang kemarahan seperti Ef. 4: 26 yang mengingatkan agar kita tidak berdosa ketika marah. Marah adalah emosi normal dalam diri manusia tetapi harus dapat dikendalikan sebab jika tidak maka dapat merusak diri sendiri, hubungan dengan keluarga, rekan sekerja, dll.Dengan demikian, jika saat ini mungkin orang-orang terdekat dengan kita belum dapat mengendalikan kemarahan maka ingatlah kembali bahwa Tuhan dapat mengubah seseorang dengan sifat yang paling sulit untuk diubah. Seperti, harapan Yakub dalam doanya untuk anak-anaknya agar dapat berubah dengan cara menghilangkan sifat kemarahan. Harapan kita di dalam Tuhan tidak akan mengecewakan sebab Ia dapat mengubahkan karakter sekeras apapun. Dengan demikian, mari tetap ungkapkan pengharapan kita dalam doa-doa kepada Tuhan. Dan, nantikanlah Tuhan menjawab pengharapan kita.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, masihkah kita percaya bahwa Allah dapat mengubahkan sifat-sifat buruk? Mari bawalah pengharapan kita di hadapan-Nya, dan peganglah pengharapan itu untuk menguatkan iman kita dalam sepanjang kehidupan kita. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali