Anugrah Ilahi
Anugrah Ilahi
Bacaan Alkitab: Kejadian 48:14-16
Shalom, saudara yang
dikasihi Tuhan. Kejadian 48:14-16
menceritakan momen penting ketika Yakub, dalam usia tuanya, memberkati kedua
cucunya, Manasye dan Efraim. Dengan sengaja, Yakub menyilangkan tangannya,
memberikan berkat utama kepada Efraim, anak yang lebih muda, bukan kepada
Manasye, yang lebih tua. Hal ini mengejutkan Yusuf, ayah kedua anak itu, karena
secara tradisi, berkat utama biasanya diberikan kepada anak sulung. Namun, Yakub,
yang dipimpin oleh hikmat Allah, menunjukkan bahwa rencana Allah sering
melampaui logika dan tradisi manusia. Ia memohon agar Allah yang telah
memelihara hidupnya dan malaikat-Nya yang telah menebusnya dari segala
malapetaka juga memberkati kedua cucunya.
Kisah ini memperlihatkan
tema besar tentang anugerah Allah. Anugerah adalah pemberian Allah yang tidak didasarkan pada usaha,
kedudukan, atau kelebihan kita, melainkan semata-mata karena kasih-Nya yang
berdaulat. Yakub sendiri adalah bukti nyata anugerah Allah—seorang penipu yang
diubahkan menjadi pewaris janji Allah. Dengan memberkati Efraim lebih daripada
Manasye, Allah menunjukkan bahwa anugerah-Nya tidak terikat pada tradisi
manusia, melainkan pada pilihan-Nya yang penuh kasih. Dalam kehidupan kita,
anugerah Allah terlihat dalam cara-Nya memanggil dan memakai kita, bukan karena
kita layak, tetapi karena kasih karunia-Nya. Kita dipanggil untuk merespons
anugerah ini dengan rendah hati dan ketaatan, mempercayai bahwa Allah selalu
bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya.
Sebagai penutup, kisah
ini mengingatkan kita untuk bersyukur atas anugerah Allah yang melampaui
pengertian kita. Allah yang memelihara Yakub dan memberkati Efraim adalah Allah
yang sama yang memberi kita anugerah keselamatan melalui Kristus. Kiranya kita
terus menyadari bahwa segala sesuatu dalam hidup kita—keselamatan, berkat, dan
kesempatan—adalah hasil dari anugerah-Nya semata. Dengan hati yang penuh
syukur, mari kita menjalani hidup yang memuliakan Dia. Tuhan memberkati. Amin.
Saudara
marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan Firman Tuhan yang baru saja
kita dengar. Apakah saudara sedang
menghadapi masalah yang di dalam perhitungan saudara seperti tidak ada jalan
keluarnya? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak untuk
berdoa meminta agar Roh Kudus memberikan kemampuan untuk dapat tetap percaya
pada anugerah pemeliharaan Allah yang
melampaui batas rasio kita. Saudara,
percayalah pada pemeliharaan Allah. (WN)
Komentar
Posting Komentar