The Transforming Power of God

Kamis, 14 November 2024
The Transforming Power of God 
Bacaan Alkitab : Kejadian 44: 33-34

          Saudara, hari ini kita membaca dua ayat terakhir dalam kisah tentang “Yehuda bersedia menjadi pengganti Benyamin.” Ay. 33-34 ini merupakan pidato penutup dari Yehuda yang berisi kesediaannya untuk menggantikan Benyamin untuk tinggal di Mesir sebagai budak Firaun seperti Simeon, saudaranya (ay. 33). Alasan Yehuda menggantikan Benyamin sebab, “…bagaimana mungkin aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama aku? Aku tidak akan sanggup melihat kemalangan (ra’ah = penderitaan/kesengsaraan) yang menimpa ayahku.” (ay.34). Pernyataan ini menunjukkan tanggungjawab Yehuda terhadap saudara-saudaranya serta untuk memenuhi janjinya pada Yakub, ayahnya untuk membawa kembali Benyamin.

          Saudara, renungan kita pada pagi hari ini mengingatkan bahwa Allah akan senantiasa bekerja melalui berbagai peristiwa untuk mengubahkan umat-Nya. Jika kita mengingat kembali pada pasal 37 setelah Yusuf menceritakan mimpi tentang dirinya dan saudara-saudaranya yang kelak akan menyembahnya. Yehuda dan saudara-saudaranya yang lain merancangkan kejahatan kepada Yusuf dengan cara memasukkan Yusuf ke sumur lalu menjualnya kepada para pedagang dari Mesir. Pada saat itu, Yehuda mengijinkan dirinya dikuasai oleh kebencian dan iri hati kepada adiknya sehingga tidak peduli pada keselamatan Yusuf maupun kepedihan yang akan dialami Yakub akibat kehilangan Yusuf. Tetapi dalam pasal 44: 33-34 ini melalui rencana Yusuf, kita dapat melihat Yehuda menunjukkan tanggungjawab untuk menggantikan adiknya menerima hukuman (ay. 33-34). Yehuda tidak lagi memikirkan keselamatan dan kesenangan dirinya sendiri namun keselamatan ayah, adiknya serta seluruh keluarga besarnya. Bagian ay. 33-34 digambarkan seorang teolog bernama Dr. Barnhouse sebagai suatu kefasihan kasih sejati yang bersedia mengambil tanggungjawab penuh di hadapan Allah dan sesama serta hanya memikirkan kebaikan orang lain.

Saudara, perubahan yang terjadi dalam diri Yehuda (seorang egois yang berpusat pada diri sendiri menjadi bertanggungjawab atas keselamatan orang lain) ini merupakan pekerjaan Allah dalam kehidupan umat-Nya. Allah sanggup mengubahkan karakter seseorang melalui karya Roh Kudus yang terus bekerja untuk menumbuhkan karakter Kristus dalam diri umat-Nya. Oleh karena itu, teruslah berharap pada Allah yang akan terus mengubahkan karakter umat-Nya sehingga semakin serupa dengan Kristus.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah kita telah merespons karya Allah dalam batin kita? Atau mungkin kita belum berubah karena terus menerus mengeraskan hati?  Mari berdoa dan mintalah kekuatan kepada Allah untuk senantiasa bergantung kepada anugerah-Nya untuk mengubahkan diri kita dan bahkan orang-orang yang kita layani. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali