The Transforming Power of God
The Transforming Power of God
Saudara, hari ini kita membaca dua
ayat terakhir dalam kisah tentang “Yehuda bersedia menjadi pengganti Benyamin.”
Ay. 33-34 ini merupakan pidato penutup dari Yehuda yang berisi kesediaannya
untuk menggantikan Benyamin untuk tinggal di Mesir sebagai budak Firaun seperti
Simeon, saudaranya (ay. 33). Alasan Yehuda menggantikan Benyamin sebab,
“…bagaimana mungkin aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama
aku? Aku tidak akan sanggup melihat kemalangan (ra’ah =
penderitaan/kesengsaraan) yang menimpa ayahku.” (ay.34). Pernyataan ini
menunjukkan tanggungjawab Yehuda terhadap saudara-saudaranya serta untuk
memenuhi janjinya pada Yakub, ayahnya untuk membawa kembali Benyamin.
Saudara, renungan kita pada pagi hari
ini mengingatkan bahwa Allah akan senantiasa bekerja melalui berbagai peristiwa
untuk mengubahkan umat-Nya. Jika kita mengingat kembali pada pasal 37 setelah
Yusuf menceritakan mimpi tentang dirinya dan saudara-saudaranya yang kelak akan
menyembahnya. Yehuda dan saudara-saudaranya yang lain merancangkan kejahatan
kepada Yusuf dengan cara memasukkan Yusuf ke sumur lalu menjualnya kepada para
pedagang dari Mesir. Pada saat itu, Yehuda mengijinkan dirinya dikuasai oleh
kebencian dan iri hati kepada adiknya sehingga tidak peduli pada keselamatan
Yusuf maupun kepedihan yang akan dialami Yakub akibat kehilangan Yusuf. Tetapi
dalam pasal 44: 33-34 ini melalui rencana Yusuf, kita dapat melihat Yehuda menunjukkan
tanggungjawab untuk menggantikan adiknya menerima hukuman (ay. 33-34). Yehuda
tidak lagi memikirkan keselamatan dan kesenangan dirinya sendiri namun
keselamatan ayah, adiknya serta seluruh keluarga besarnya. Bagian ay. 33-34
digambarkan seorang teolog bernama Dr. Barnhouse sebagai suatu kefasihan kasih
sejati yang bersedia mengambil tanggungjawab penuh di hadapan Allah dan sesama
serta hanya memikirkan kebaikan orang lain.
Saudara, perubahan yang terjadi dalam diri Yehuda
(seorang egois yang berpusat pada diri sendiri menjadi bertanggungjawab atas
keselamatan orang lain) ini merupakan pekerjaan Allah dalam kehidupan umat-Nya.
Allah sanggup mengubahkan karakter seseorang melalui karya Roh Kudus yang terus
bekerja untuk menumbuhkan karakter Kristus dalam diri umat-Nya. Oleh karena
itu, teruslah berharap pada Allah yang akan terus mengubahkan karakter umat-Nya
sehingga semakin serupa dengan Kristus.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah kita telah merespons karya Allah dalam batin kita? Atau mungkin kita belum berubah karena terus menerus mengeraskan hati? Mari berdoa dan mintalah kekuatan kepada Allah untuk senantiasa bergantung kepada anugerah-Nya untuk mengubahkan diri kita dan bahkan orang-orang yang kita layani. (TH)
Komentar
Posting Komentar