Restored In His Grace

Kamis, 21 November 2024
Restored In His Grace 
Bacaan Alkitab : Kejadian 45: 21-24

Saudara setelah Yusuf mengungkapkan jati dirinya pada saudara-saudaranya dan hal ini terdengar oleh Firaun. Ia mengizinkan Yusuf membawa ayahnya untuk tinggal bersama-sama dengan seluruh keluarga besar mereka di Mesir (ay. 16-20). Pada ay. 21-24, Yusuf melaksanakan perintah Firaun dengan cara memberikan kereta-kereta untuk menjemput, perbekalan selama di jalan, pakaian untuk saudara-saudaranya, serta uang untuk Benyamin dan 10 keledai untuk mengangkut perbekalan selama ayah mereka pindah ke Mesir. Dan, Yusuf juga menasihati agar selama perjalanan, “Jangan berbantah-bantah di jalan.” Nasihat ini diberikan kepada saudara-saudaranya, karena Yusuf mengetahui bahwa pengungkapan jati dirinya akan menyebabkan pertengkaran antara saudara-saudaranya tentang siapa yang paling bersalah antara mereka.

Saudara, jika kita mengingat kembali pada bagian awal perikop ini, Yusuf mengambil keputusan untuk mengampuni keluarganya. Dan bukan hanya pengampunan tetapi dalam ay. 21-24, Yusuf juga dengan sepenuh hati menunjukkan ketulusan melalui berbagai pemberian kepada keluarganya. Tindakan ini menggambarkan bahwa Yusuf benar-benar berusaha melepaskan haknya untuk membalas kejahatan yang dilakukan saudara-saudaranya kepadanya. Meskipun melalui nasihat Yusuf agar saudara-saudaranya tidak bertengkar selama perjalanan pulang (ay. 24). Kita melihat bahwa perlu waktu baginya untuk kembali sepenuhnya mempercayai bahwa saudara-saudaranya tidak akan lagi menyakiti satu dengan yang lainnya.

 Saudara dalam kehidupan yang kita jalani, adakalanya kita bertemu dengan orang-orang yang menyakiti kita. Ketika mengalami hal tersebut, maka kita alangkah baiknya jika kita mengampuni. Dan ketika keputusan untuk mengampuni telah diambil, sadarilah bahwa kita memerlukan waktu untuk kembali benar-benar memiliki hubungan yang baik dengan orang tersebut. Oleh karena itu, ketika kita berusaha untuk mengampuni, libatkan Allah dalam proses tersebut sehingga hati kita sepenuhnya dapat kembali mengasihi.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah kita telah bersandar pada Allah dalam proses mengampuni orang lain? Jika belum. Mari berdoa dan mintalah Allah agar senantiasa menolong kita saat mengambil keputusan untuk mengampuni serta dalam proses memulihkan kepercayaan kepada orang tersebut. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali