Polite To Others
Polite To Others (Kesopanan Kepada Sesama)
Bacaan Alkitab : Kejadian 47: 1-2
Dalam bagian pertama dari kisah Yakub mendapat
tanah milik dari Firaun ini. Dikisahkan Yusuf memberitahukan Firaun bahwa
seluruh keluarganya dan harta milik mereka telah tiba di Gosyen. Yusuf tidak
datang seorang diri, namun membawa serta 5 orang saudaranya yang menurut
tradisi rabinik adalah Ruben, Simeon, Lewi, Benyamin, dan Isakhar. Alasan
pemilihan ini adalah Yusuf memilih saudara-saudaranya yang kurang tangguh,
masih muda dan terlihat lemah. Sebab, jika ia membawa saudara-saudaranya yang
kuat dan tangguh maka ada kemungkinan Firaun akan memilih mereka menjadi
prajurit Mesir. (ay. 1-2).
Bagian
pertama dari kisah ini menunjukkan bahwa Yusuf tetap menunjukkan sikap hormat
Yusuf kepada Firaun meskipun ia adalah orang kepercayaan Firaun dan mendapatkan
perintah langsung untuk membawa keluarganya untuk menetap di Mesir. Namun,
Yusuf tidak langsung membiarkan keluarganya tinggal di Gosyen tanpa terlebih
dahulu menemui Firaun bersama saudara-saudaranya.
Saudara melalui tindakan Yusuf pada awal perikop ini, kita melihat bahwa Yusuf menunjukkan sopan santun terhadap Firaun. Meskipun Yusuf telah berjasa besar bagi Firaun dan Mesir namun, hal ini tidak menjadikan Yusuf merasa berhak atas tanah terbaik yang diberikan Firaun kepadanya. Dengan sopan, ia tetap menghadap Firaun bersama-sama dengan saudara-saudaranya sebagai wujud terima kasihnya atas kebaikan Firaun.
Saudara, demikian juga seharusnya dengan orang-orang Kristen pada saat ini. Kita seharusnya berhati-hati dengan sikap kita baik dalam pelayanan, pekerjaan, keluarga, dll. Dan, salah satunya adalah sikap merasa berhak untuk mendapatkan balasan dari apa yang kita lakukan baik dalam pelayanan maupun pekerjaan kita. Artinya, mari kita kerjakan dengan sebaik mungkin yang kita bisa untuk kebaikan orang-orang yang kita layani. Namun, tidak menuntut bahwa orang lain juga melakukan hal yang sama dengan kita. Sebab, jika demikian maka kita akan jatuh pada sikap yang kurang hormat seperti : membanding-bandingkan, sombong, bahkan merendahkan pelayanan orang lain. Oleh sebab itu, mari tunjukkan kesopanan melalui rasa hormat kepada sesama sebagai wujud rasa hormat kita kepada Tuhan yang telah menganugerahkan kepada umat-Nya kesempatan untuk melayani-Nya.
Saudara, mari sejenak kita memeriksa
batin kita saat ini. Saudara, apakah ada rasa berhak memperoleh balasan dari
orang lain yang kita layani saat ini? Jika ada. Mari datang kepada Tuhan,
mengakui kelemahan batin kita di hadapan-Nya dan memohon ampun kepada-Nya.
Lalu, berdoalah meminta Tuhan memurnikan batin kita serta memohon kemampuan
dari-Nya untuk selalu menunjukkan rasa hormat. (TH)
Komentar
Posting Komentar