Mengambil Langkah
Mengambil Langkah
Saudara, peristiwa dalam ayat bacaan hari ini terjadi setelah Yusuf mengungkapkan identitasnya kepada saudara-saudaranya. Yusuf berencana untuk membawa seluruh keluarganya pindah ke Mesir untuk menghindari kelaparan yang terjadi di Kanaan. Setelah Firaun mendengar rencana tersebut, ia pun mendukung rencana tersebut. Saudara-saudara Yusuf diberikan kereta untuk menjemput seluruh keluarga mereka di Kanaan. Firaun juga meminta mereka untuk tidak merasa sayang atau terikat pada barang-barang yang mereka tinggalkan. Sebab, dia menjanjikan bahwa mereka akan menerima harta yang terbaik dari seluruh kekayaan di Mesir.
Jika dilihat dari konteks perpindahan pada zaman kuno maka perintah Firaun untuk meninggalkan barang-barang mereka adalah hal yang wajar. Sebab pada masa itu, pindah dari suatu tempat ke tempat lain bukan hanya akan melelahkan secara fisik tapi juga emosional. Mereka bukan hanya menempuh jarak yang sangat jauh tanpa sarana transportasi modern. Tapi mereka juga harus menghadapi berbagai bahaya seperti perampok, cuaca buruk dan medan yang sulit. Oleh sebab itu, dengan meninggalkan barang-barang di Kanaan maka mereka dapat fokus pada keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan ke Mesir. Kemudian di sisi lain, perintah Firaun juga dapat dilihat sebagai cara Allah dalam menyampaikan rencana-Nya. Ia menginginkan agar mereka tidak terikat dengan harta yang duniawi yang dimiliki. Sebab, Allah telah menyediakan tempat yang aman dan berkelimpahan bagi mereka di tengah masa kelaparan tersebut.
Saudara, apa yang dialami oleh keluarga Yakub di mana mereka harus pindah ke Mesir tentu bukanlah hal yang mudah. Mereka harus meninggalkan tempat yang nyaman selama ini, menghadapi perjalanan panjang dan harus beradaptasi di tempat yang baru. Situasi seperti ini terkadang juga kita alami di mana Tuhan memimpin kita ke suatu tempat atau keadaan yang baru. Misalnya kita berpindah tempat kerja, tempat tinggal atau menghadapi musim hidup yang baru sehingga harus meninggalkan sesuatu yang kita miliki. Tentu keadaan ini bukanlah hal yang mudah karena kita harus beradaptasi dan menghadapi banyak hal yang tidak terduga. Namun dalam keadaan seperti ini, kita tetap dapat mempercayai rencana Allah dan percaya bahwa Dia akan menyediakan sesuatu yang lebih baik di masa depan. Mari tetap percaya bahwa saat kita mengikuti jalan yang Allah sediakan maka Ia akan memelihara dan menjaga kehidupan kita.
Saudara, apakah
saat ini saudara berada dalam situasi di mana saudara berpindah ke suatu tempat
atau keadaan yang baru dan harus meninggalkan kenyamanan atau hal-hal yang
dimiliki sebelumnya? Jika iya. Maka marilah datang kepada Tuhan dalam doa dan
menyadari bahwa terkadang Ia sengaja menggeser kenikmatan yang kita miliki
untuk mengikuti jalan yang Dia sediakan. Mari meminta kekuatan dari Tuhan
sehingga saudara dapat beradaptasi dan mampu menghadapi berbagai hal yang baru.
Kiranya Allah juga memberikan saudara kekuatan untuk tetap dapat mempercayai
rencana Allah dalam segala situasi yang sedang saudara hadapi. (MS)
Komentar
Posting Komentar