Mengambil Keputusan
Mengambil Keputusan
Syalom saudara-saudari yang
dikasihi Tuhan. Hari ini, kita akan
merenungkan Firman Tuhan dari Kejadian 46:1-7.
Ayat-ayat ini merupakan kisah perjalanan hidup Yakub yang memperlihatkan sebuah momen penting saat ia
mengambil keputusan besar untuk pergi ke Mesir. Di tengah rasa takut dan
ketidakpastian, Yakub berdoa dan mempersembahkan korban di Bersyeba. Keputusan
ini bukanlah keputusan ringan, karena Yakub sedang meninggalkan tanah yang
telah dijanjikan Tuhan kepada nenek moyangnya. Dalam konteks inilah Tuhan
menampakkan diri dan berbicara kepada Yakub, meyakinkannya bahwa Ia akan
menyertai perjalanan ini dan memimpin Yakub ke Mesir.
Saudara
di dalam ayat-ayat ini. Kita melihat bagaimana keputusan yang dibuat Yakub
berakar dalam iman dan kepercayaannya kepada janji Allah. Yakub tidak mengambil
keputusan ini dengan tergesa-gesa atau berdasarkan logika manusia semata.
Ketika kita menghadapi pilihan dalam hidup, kisah ini mengingatkan kita
pentingnya mencari kehendak Tuhan, bahkan jika itu berarti kita meninggalkan
zona nyaman kita. Dalam aplikasi bagi hidup kita, kisah ini mengingatkan bahwa
mengambil keputusan haruslah didasarkan pada kehendak dan pimpinan Tuhan. Yakub
mencari Tuhan melalui doa, dan Tuhan menjawab dengan janji penyertaan. Sama
seperti Yakub, kita juga harus mencari petunjuk Tuhan dan memprioritaskan
kehendak-Nya di atas rasa takut atau kecemasan.
Saudara, kisah Yakub mengingatkan kita bahwa Tuhan
selalu menyertai kita dalam setiap keputusan yang kita ambil, terutama jika
keputusan tersebut didasari iman kepada-Nya. Tuhan berjanji untuk menyertai
Yakub di Mesir dan kembali lagi ke tanah perjanjian. Marilah kita meneladani
Yakub yang berserah kepada Tuhan dan setia pada panggilan-Nya. Semoga kita
dikuatkan dalam setiap keputusan yang kita ambil. Tuhan memberkati kita semua.
Amin.
Saudara
marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan Firman Tuhan yang baru saja
kita dengar. Saudara, apakah saudara saat ini sedang
bergumul untuk mengambil keputusan penting di dalam hidup saudara? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak untuk berdoa
meminta agar Roh Kudus memberikan kemampuan percaya dan berserah kepada Allah.
Saudara, marilah kita menyerahkan hidup
kita dan seluruh rencana kita kepada Allah. (WN)
Komentar
Posting Komentar