God’s Universal Sustenance
God’s Universal Sustenance
Bacaan Alkitab : Kejadian 46: 32-34
Saudara,
dalam bagian terakhir dari kisah tentang Yakub pindah ke Mesir ini. Yusuf
mendorong keluarganya untuk menyatakan secara jujur pekerjaan yang sedang
mereka tekuni yaitu gembala kambing domba di hadapan Firaun, meskipun pekerjaan
ini dianggap rendah oleh bangsa Mesir. Anggapan ini dapat kita lihat dalam ay.
34, “…Sebab, semua gembala kambing domba adalah suatu hal yang menjijikan bagi
Mesir.” Bangsa Mesir adalah bangsa yang menyembah banyak dewa yang berbentuk
binatang seperti : dewa seraphis yaitu manusia dengan kepala babi atau domba
sebagai lambang penyembuhan dan kesuburan tanah. Mereka memilih bentuk binatang
sebab menganggap binatang adalah lambang kekuatan alam. Dengan demikian, mereka
menganggap orang yang beternak melakukan pekerjaan yang keji sebab merendahkan
binatang yang mereka sembah.
Kejujuran
yang disarankan Yusuf bertujuan agar keluarga mereka “disingkirkan” dari Mesir
dan diizinkan tinggal di Gosyen. Gosyen adalah suatu daerah yang terpisah
dengan Mesir dan lebih dekat dengan Kanaan serta tidak banyak orang Mesir yang
tinggal di sana. Gosyen juga merupakan daerah di sebelah Timur delta sungai Nil
dan merupakan daerah yang subur sehingga cocok untuk beternak. Dengan tinggal
di Gosyen, maka keluarga Yusuf dapat memperoleh tempat yang cocok untuk
beternak sekaligus terhindar dari pengaruh keagamaan Mesir yang menyembah
banyak dewa.
Saudara,
cara Yusuf mengatur tempat tinggal bagi keluarganya ini tidak lepas dari
pemeliharaan Allah dalam kehidupan umat-Nya. Pemeliharaan Allah bersifat
universal dan tidak terbatas ruang dan waktu. Sebab dimanapun umat-Nya berada
bahkan ketika keluar dari Kanaan (tanah perjanjian) tetapi pemeliharaan-Nya
tetap menyertai senantiasa. Hal inilah yang membedakan Allah Israel dengan
dewa-dewa sembahan orang Mesir, yang hanya dapat menjaga dan memelihara di
daerah tertentu saja. Oleh karena itu, mari senantiasa bersandar pada
pemeliharaan Allah baik kebutuhan kita secara fisik seperti: kebutuhan makanan,
minuman, pakaian, rumah, dll. Maupun kebutuhan rohani seperti : pengajaran
untuk pertumbuhan iman, pelayanan, kesembuhan, dll.
Saudara,
mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara,
sudahkah kita mempercayakan pemeliharaan kehidupan kita pada Allah? Atau
mungkin kita menganggap bahwa diri sendiri ataupun keluarga kita dapat
memelihara kehidupan kita sepenuhnya? Mari imani bahwa hanya Allah yang akan
senantiasa menjamin dan memelihara kebutuhan kita. (TH)
Komentar
Posting Komentar