God’s Universal Sustenance

Kamis, 28 November 2024
God’s Universal Sustenance
Bacaan Alkitab : Kejadian 46: 32-34

Saudara, dalam bagian terakhir dari kisah tentang Yakub pindah ke Mesir ini. Yusuf mendorong keluarganya untuk menyatakan secara jujur pekerjaan yang sedang mereka tekuni yaitu gembala kambing domba di hadapan Firaun, meskipun pekerjaan ini dianggap rendah oleh bangsa Mesir. Anggapan ini dapat kita lihat dalam ay. 34, “…Sebab, semua gembala kambing domba adalah suatu hal yang menjijikan bagi Mesir.” Bangsa Mesir adalah bangsa yang menyembah banyak dewa yang berbentuk binatang seperti : dewa seraphis yaitu manusia dengan kepala babi atau domba sebagai lambang penyembuhan dan kesuburan tanah. Mereka memilih bentuk binatang sebab menganggap binatang adalah lambang kekuatan alam. Dengan demikian, mereka menganggap orang yang beternak melakukan pekerjaan yang keji sebab merendahkan binatang yang mereka sembah.

Kejujuran yang disarankan Yusuf bertujuan agar keluarga mereka “disingkirkan” dari Mesir dan diizinkan tinggal di Gosyen. Gosyen adalah suatu daerah yang terpisah dengan Mesir dan lebih dekat dengan Kanaan serta tidak banyak orang Mesir yang tinggal di sana. Gosyen juga merupakan daerah di sebelah Timur delta sungai Nil dan merupakan daerah yang subur sehingga cocok untuk beternak. Dengan tinggal di Gosyen, maka keluarga Yusuf dapat memperoleh tempat yang cocok untuk beternak sekaligus terhindar dari pengaruh keagamaan Mesir yang menyembah banyak dewa.

Saudara, cara Yusuf mengatur tempat tinggal bagi keluarganya ini tidak lepas dari pemeliharaan Allah dalam kehidupan umat-Nya. Pemeliharaan Allah bersifat universal dan tidak terbatas ruang dan waktu. Sebab dimanapun umat-Nya berada bahkan ketika keluar dari Kanaan (tanah perjanjian) tetapi pemeliharaan-Nya tetap menyertai senantiasa. Hal inilah yang membedakan Allah Israel dengan dewa-dewa sembahan orang Mesir, yang hanya dapat menjaga dan memelihara di daerah tertentu saja. Oleh karena itu, mari senantiasa bersandar pada pemeliharaan Allah baik kebutuhan kita secara fisik seperti: kebutuhan makanan, minuman, pakaian, rumah, dll. Maupun kebutuhan rohani seperti : pengajaran untuk pertumbuhan iman, pelayanan, kesembuhan, dll.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, sudahkah kita mempercayakan pemeliharaan kehidupan kita pada Allah? Atau mungkin kita menganggap bahwa diri sendiri ataupun keluarga kita dapat memelihara kehidupan kita sepenuhnya? Mari imani bahwa hanya Allah yang akan senantiasa menjamin dan memelihara kebutuhan kita. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali