Forgiveness That Heals
"Forgiveness That Heals" - (Pengampunan yang memulihkan)
Bacaan Alkitab: Kejadian 45:9-15
Syalom saudara yang dikasihi
Tuhan. saat ini kita akan merenungkan Firman Tuhan yang terdapat dalam Kejadian
45:9-15. Saudara di dalam ayat-ayat ini,
kita menemukan kisah yang penuh makna tentang pengampunan dan pemulihan
dalam keluarga. Dalam perikop ini, Yusuf, yang telah dijual oleh
saudara-saudaranya ke Mesir, akhirnya menjadi penguasa di negeri tersebut.
Ketika akhirnya ia bertemu kembali dengan saudara-saudaranya yang datang
mencari bahan makanan selama masa kelaparan, Yusuf memilih untuk mengampuni
mereka daripada membalas dendam. Ia bahkan mengundang mereka untuk tinggal di
Mesir, Yusuf memulihkan hubungan yang telah lama terluka. Dengan penuh kasih,
Yusuf memberi mereka harapan untuk masa depan dan menunjukkan bahwa Tuhan telah
bekerja melalui semua peristiwa tersebut untuk kebaikan.
Dalam kisah ini, kita melihat bagaimana pengampunan dapat membawa
pemulihan. Yusuf tidak hanya memaafkan perbuatan saudara-saudaranya tetapi juga
berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka dengan menyediakan tempat dan
kehidupan baru bagi keluarganya. Tindakan Yusuf menunjukkan bagaimana
pengampunan dapat menyembuhkan luka-luka batin, bukan hanya bagi dirinya tetapi
juga bagi mereka yang dahulu menyakitinya. Yusuf menyadari bahwa Tuhan memiliki
rencana besar dan memakai setiap pengalaman, bahkan pengalaman yang pahit
sekalipun untuk tujuan-Nya yang baik. Kisah ini mengajak kita untuk mengampuni
dan tidak terperangkap dalam dendam, karena pengampunan memiliki kekuatan untuk
membebaskan hati kita dan memungkinkan kita menjadi saluran berkat bagi orang
lain.
Dalam kisah ini, kita melihat bagaimana pengampunan dapat membawa pemulihan. Yusuf tidak hanya memaafkan perbuatan saudara-saudaranya tetapi juga berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka dengan menyediakan tempat dan kehidupan baru bagi keluarganya. Tindakan Yusuf menunjukkan bagaimana pengampunan dapat menyembuhkan luka-luka batin, bukan hanya bagi dirinya tetapi juga bagi mereka yang dahulu menyakitinya. Yusuf menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana besar dan memakai setiap pengalaman, bahkan yang pahit untuk tujuan-Nya yang baik. Renungan ini mengajarkan kita untuk mengampuni dan tidak terperangkap dalam dendam, karena pengampunan memiliki kekuatan untuk membebaskan hati kita dan memungkinkan kita menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Saudara marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan
Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Saudara,
apakah saudara masih menyimpan
kebencian dan kepahitan untuk orang lain? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak untuk berdoa
meminta agar Roh Kudus memberikan kemampuan melepaskan pengampunan kepada orang
yang bersalah. Saudara, marilah kita
mengampuni orang yang bersalah, sama seperti Tuhan sudah mengampuni kita. (WN)
Komentar
Posting Komentar