Berharap kepada Tuhan

Jumat, 22 Oktober 2024                        
Berharap kepada Tuhan 
Bacaan Alkitab : Kejadian 45:25-28

 

Saudara, dalam ayat-ayat yang kita baca diceritakan bahwa anak-anak Yakub meninggalkan Mesir dan tiba kembali di Kanaan. Mereka menceritakan semua pengalaman mereka selama ada di Mesir kepada orang tuanya. Ketika mereka memberitahu ayahnya bahwa Yusuf masih hidup dan berkuasa di Mesir, hati Yakub menjadi dingin karena sulit baginya untuk mempercayai kabar itu. Tapi saat dilihatnya kereta yang dikirim untuk menjemput keluarga mereka dan semua yang dikatakan Yusuf. Yakub akhirnya mempercayai berita tersebut dan memutuskan untuk pergi ke Mesir. Ia ingin melihat Yusuf, anak yang sangat ia kasihi sebelum meninggal.

Sebagai ayah yang selama ini kehilangan anaknya tentu kabar yang didengar oleh Yakub adalah sebuah hal yang mustahil. Berpuluh-puluh tahun Yakub telah hidup dengan keyakinan bahwa ia tidak akan pernah lagi bertemu anaknya. Lalu tiba-tiba anak-anaknya yang lain datang dengan membawa kabar bahwa Yusuf masih hidup bahkan menjabat sebagai penguasa di seluruh Mesir. Tentu sangat wajar jika pada awalnya Yakub merespons dengan dingin. Namun setelah mendengar lebih banyak bukti, Yakub merasakan hal mustahil itu benar-benar terjadi dan harapannya pun bangkit. Di masa tuanya, Yakub merasa bahwa Allah mengembalikan dan memulihkan apa yang pernah hilang dari hidupnya.

Saudara, sama seperti Yakub yang merasa telah kehilangan anak dan tidak berharap lagi dapat melihatnya, kita juga terkadang mengalami situasi yang kelihatannya tidak mungkin berubah. Misalnya selama bertahun-tahun kita menghadapi pertengkaran atau perselisihan dan merasa mustahil untuk bersatu kembali; kesulitan ekonomi, kehilangan pekerjaan atau kebangkrutan dan sampai sekarang kita belum melihat jalan keluar; pergumulan tentang keluarga yang belum menjadi percaya. Tentu ini bukanlah keadaan yang mudah dan adakalanya kita berpikir bahwa situasi ini tidak akan berubah. Namun kisah ini mengingatkan bahwa di dalam Allah, tidak ada suatu hal pun yang benar-benar mustahil. Allah bekerja dengan cara yang kreatif dan seringkali tidak kita mengerti bagaimana akhirnya. Oleh sebab itu, jika sekarang kita sedang menghadapi situasi yang terlihat mustahil tetaplah percaya dan berharap pada Allah yang memegang hidup kita.

Saudara, situasi sulit atau mustahil apa sajakah yang saudara sedang alami saat ini? Mari kita datang kepada Allah dan membawa semuanya di dalam doa kepada-Nya. Mari meminta kekuatan dari Allah sehingga kita tetap mampu percaya pada rencana-Nya yang indah meskipun situasinya terlihat mustahil. Dan mari meminta bimbingan dari Roh Kudus agar situasi sulit yang sedang kita hadapi tidak membuat iman kita pada Allah hilang. (MS)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali