Allah yang Setia
Allah yang Setia
Bacaan Alkitab: Kejadian 46:8-17
Syalom saudara yang
dikasihi Tuhan. Kejadian 46:8-17 mencatat daftar keturunan Yakub yang ikut
bersamanya untuk pindah ke Mesir. Peristiwa ini terjadi dalam konteks kelaparan
yang melanda tanah Kanaan, sehingga Yakub bersama seluruh keluarganya harus
pindah untuk bertahan hidup. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat
tinggal, tetapi bagian dari penggenapan rencana Allah. Daftar nama-nama dalam
ayat ini menunjukkan betapa pentingnya keluarga Yakub sebagai cikal bakal
bangsa Israel, yang kelak akan berkembang menjadi umat pilihan Allah sesuai
dengan janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub.
Saudara,
melalui daftar ini, kita melihat kesetiaan Allah dalam menjaga dan memelihara
keturunan Yakub. Walaupun mereka harus meninggalkan tanah perjanjian untuk
sementara waktu, Allah tidak meninggalkan mereka. Dia menggunakan situasi
sulit—kelaparan—untuk membawa keluarga ini ke Mesir, tempat mereka dapat
bertahan hidup dan berkembang menjadia bangsa yang besar. Kesetiaan Allah juga
terlihat dalam bagaimana Dia menjaga garis keturunan yang kelak melahirkan
Mesias. Hal ini mengingatkan kita bahwa Allah tetap setia memelihara hidup
kita, meskipun kita mungkin melewati masa-masa sulit. Seperti Yakub, kita
dipanggil untuk percaya bahwa Allah memiliki rencana yang indah dan
pemeliharaan-Nya selalu hadir, bahkan dalam keadaan yang tampak tidak ideal.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengandalkan kesetiaan-Nya dengan tetap
hidup taat dan beriman, meyakini bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita.
Akhirnya, Kejadian 46:8-17 mengingatkan kita bahwa Allah yang setia kepada Yakub adalah Allah yang sama yang setia kepada kita hari ini. Dia tidak pernah lalai dalam menepati janji-Nya, dan kasih-Nya terus-menerus memelihara hidup kita. Marilah kita belajar untuk berserah kepada rencana-Nya, yakin bahwa segala sesuatu bekerja untuk kebaikan kita yang mengasihi-Nya (Roma 8:28). Kiranya renungan ini menguatkan iman dan pengharapan kita dalam menjalani hidup bersama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!
Saudara marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan
Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Apakah saudara saat ini sedang bergumul dengan masalah? Saudara
marilah kita mengambil waktu sejenak untuk berdoa meminta agar Roh Kudus
memberikan kemampuan percaya dan berserah kepada pemeliharaan Allah. Saudara, Marilah kita menyerahkan hidup kita ke dalam
tangan Tuhan. (WN)
Komentar
Posting Komentar