Allah yang Setia

Senin , 25 November 2024
Allah yang Setia

Bacaan Alkitab:  Kejadian 46:8-17


        Syalom saudara yang dikasihi Tuhan. Kejadian 46:8-17 mencatat daftar keturunan Yakub yang ikut bersamanya untuk pindah ke Mesir. Peristiwa ini terjadi dalam konteks kelaparan yang melanda tanah Kanaan, sehingga Yakub bersama seluruh keluarganya harus pindah untuk bertahan hidup. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi bagian dari penggenapan rencana Allah. Daftar nama-nama dalam ayat ini menunjukkan betapa pentingnya keluarga Yakub sebagai cikal bakal bangsa Israel, yang kelak akan berkembang menjadi umat pilihan Allah sesuai dengan janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub.

Saudara, melalui daftar ini, kita melihat kesetiaan Allah dalam menjaga dan memelihara keturunan Yakub. Walaupun mereka harus meninggalkan tanah perjanjian untuk sementara waktu, Allah tidak meninggalkan mereka. Dia menggunakan situasi sulit—kelaparan—untuk membawa keluarga ini ke Mesir, tempat mereka dapat bertahan hidup dan berkembang menjadia bangsa yang besar. Kesetiaan Allah juga terlihat dalam bagaimana Dia menjaga garis keturunan yang kelak melahirkan Mesias. Hal ini mengingatkan kita bahwa Allah tetap setia memelihara hidup kita, meskipun kita mungkin melewati masa-masa sulit. Seperti Yakub, kita dipanggil untuk percaya bahwa Allah memiliki rencana yang indah dan pemeliharaan-Nya selalu hadir, bahkan dalam keadaan yang tampak tidak ideal. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengandalkan kesetiaan-Nya dengan tetap hidup taat dan beriman, meyakini bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita.

          Akhirnya, Kejadian 46:8-17 mengingatkan kita bahwa Allah yang setia kepada Yakub adalah Allah yang sama yang setia kepada kita hari ini. Dia tidak pernah lalai dalam menepati janji-Nya, dan kasih-Nya terus-menerus memelihara hidup kita. Marilah kita belajar untuk berserah kepada rencana-Nya, yakin bahwa segala sesuatu bekerja untuk kebaikan kita yang mengasihi-Nya (Roma 8:28). Kiranya renungan ini menguatkan iman dan pengharapan kita dalam menjalani hidup bersama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!

Saudara marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Apakah saudara saat ini sedang bergumul dengan masalah? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak untuk berdoa meminta agar Roh Kudus memberikan kemampuan percaya dan berserah kepada pemeliharaan Allah. Saudara,  Marilah kita menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan. (WN)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali