Tidak Tawar Hati

Sabtu, 19 Oktober 2024
Tidak Tawar Hati  
Bacaan Alkitab : Kejadian 42 : 35-36

 


          Pada ayat ini kita membaca bahwa Yakub menjadi seorang yang tawar hati. Semenjak berpisah dengan Yusuf, dia berduka berkepanjangan, hingga membuatnya selalu berpikiran buruk tentang segala situasi yang sebenarnya belum pasti kebenarannya. Kesedihan dan kedukaan membuatnya tidak berpikir dengan tenang dan jernih, melainkan membuatnya selalu berpikir negatif.

Dalam bahasa aslinya kata “kehilangan” dituliskan “shakol” yang berarti kehilangan atau memunahkan atau keguguran. Dalam pikirannya, Yakub membuat kesimpulan sendiri bahwa Yusuf dan Simeon seolah sudah mati, padahal di ayat 33 anak-anaknya menceritakan bahwa Simeon ditahan oleh Penguasa Mesir, dan masih hidup. Lalu Yakub juga menjadi sangat khawatir akan kehilangan Benyamin, dan menganggap bahwa segala sesuatu akan mendatangkan celaka bagi dia.

Saudara, kesedihan atau kedukaan yang berlebihan adalah tidak baik. Perasaan berlebihan tersebut membuat tidak bisa berpikir dengan jernih dan tenang, dan mempengaruhi pikiran untuk mereka-reka khayalan keadaan yang lebih menyedihkan. Kondisi demikian tidaklah baik, bahkan ini adalah bentuk pengabaian akan kehadiran Allah dalam kehidupan.

Saudara, sebagai orang Kristen yang beriman kepada Allah, kita hendaknya selalu menyadari  bahwa ada Allah dalam setiap kejadian kehidupan. Seburuk apapun kenyataan yang sedang dihadapi, hendaklah tetap sadar bahwa Allah hadir di segala waktu dan keadaan. Saatnya untuk tetap mempercayai kebaikan Allah, karena Dia memelihara ciptaan-Nya dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya sampai selama lamanya. (TM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali