Keadilan Allah
Jumat, 11 Oktober 2924
Keadilan Allah
Bacaan Alkitab : Kejadian 42: 1-6
Saudara, dalam ayat-ayat bacaan hari ini diceritakan
bahwa masa kelaparan terjadi di berbagai tempat termasuk di Kanaan, di mana
keluarga Yakub tinggal. Di tengah situasi ini, Yakub mendengar bahwa terdapat
persediaan gandum yang cukup banyak di Mesir. Oleh sebab itu, dia mengutus
anak-anaknya untuk pergi membeli gandum sehingga keluarga mereka tidak mati
kelaparan. Sepuluh anak Yakub (kecuali Benyamin) pun pergi ke Mesir bersama
dengan banyak orang Kanaan lainnya. Sementara itu, Yusuf yang telah diangkat
menjadi penguasa di Mesir merupakan orang yang bertanggung
jawab atas penjualan gandum. Yusuf mengatur jumlah gandum yang dijual untuk
orang-orang di Mesir dan juga pembeli dari berbagai bangsa lain. Ketika sepuluh
anak Yakub datang di Mesir, mereka sujud di hadapan Yusuf bersama dengan orang
banyak lainnya. Mereka tidak menyadari bahwa penguasa Mesir yang berdiri di
hadapan mereka adalah Yusuf, saudaranya.
Kisah ini menceritakan dua situasi yang kontras
antara keluarga Yakub yang kelaparan di Kanaan (ay. 1-5) dan keadaan Yusuf yang
nyaman sebagai penguasa di Mesir (ay. 6). Keadaan ini berbanding terbalik
dengan cerita sebelumnya di mana keadaan keluarga Yakub berada dalam keadaan
nyaman. Meskipun saudara-saudara Yusuf sudah melakukan kejahatan tapi mereka
merasa aman dan nyaman (psl. 37-38). Sedangkan Yusuf mengalami berbagai
kesulitan dan kesengsaraan yang silih berganti dalam hidupnya (psl. 39-40).
Kondisi yang berbanding terbalik di mana Yusuf yang dibuang keluarganya menjadi
penguasa Mesir sementara saudara-saudaranya yang menganiayanya mengalami
kesulitan menunjukkan keadilan Allah.
Saudara, perubahan keadaan yang dialami oleh
saudara-saudara Yusuf menunjukkan keadilan Allah bagi semua orang. Keadilan
Allah dibuktikan dengan menyertai dan memberkati orang yang hidup dengan benar
meskipun mereka mengalami berbagai penderitaan, seperti Yusuf. Sedangkan orang
yang melakukan kejahatan dan dosa tidak akan bisa lari atau bersembunyi sebab
Allah yang maha tahu akan memberikan ganjaran yang setimpal, seperti
saudara-saudara Yusuf. Fakta tentang keadilan Allah ini menjadi peringatan bagi
orang percaya untuk selalu menjaga hidup. Meskipun Allah sangat mengasihi orang
percaya dengan mengampuni dosa kita. Namun di satu sisi, Ia juga berlaku adil
bagi orang percaya yang terus menerus berbuat dosa dan tidak mau bertobat. Oleh
sebab itu, mari kita selalu meminta anugerah dan kekuatan dari Roh Kudus agar
dapat hidup benar sesuai dengan kehendak-Nya.
Saudara, adakah
dosa yang masih saudara lakukan atau adakah dosa selama ini saudara
sembunyikan? Jika ada.
Maka mari datang kepada Allah di dalam doa dan meminta ampun kepada-Nya. Mari
meminta anugerah dan kekuatan dari Allah sehingga saudara memahami bahwa orang
percaya harus hidup kudus dan benar sesuai kehendak-Nya. (MS)
Komentar
Posting Komentar