Janji Allah

Sabtu, 12 Oktober 2024
Janji Allah

Bacaan Alkitab:  Kejadian 42:7-9


 

            Syalom, saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan. Pada kesempatan ini, kita akan bersama-sama merenungkan Firman Tuhan yang terdapat dalam Kejadian 42:7-9, di mana Yusuf bertemu dengan saudara-saudaranya setelah sekian lama mereka terpisah. Yusuf, yang telah menjadi penguasa Mesir, mengenali saudara-saudaranya yang datang untuk membeli makanan di tengah masa kelaparan. Namun, mereka tidak mengenali Yusuf. Dalam pertemuan ini, Yusuf mengingat kembali mimpi-mimpi yang Tuhan berikan kepadanya bertahun-tahun sebelumnya, tentang bagaimana saudara-saudaranya akan tunduk kepadanya. Ini adalah momen kunci di mana Yusuf melihat bagaimana janji Allah mulai digenapi dalam hidupnya.

            Dalam ayat 9, Yusuf teringat akan mimpi-mimpi yang pernah ia alami di masa mudanya. Mimpi-mimpi tersebut adalah janji Allah tentang masa depan Yusuf, bahwa suatu hari ia akan berada dalam posisi yang dihormati oleh saudara-saudaranya. Meski sempat mengalami penderitaan besar, dijual sebagai budak, dan dipenjara secara tidak adil, Yusuf tetap setia dan percaya kepada Allah. Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya tunduk di hadapannya, ia menyadari bahwa Allah setia dalam menepati janji-Nya. Dalam kehidupan kita, kita juga sering mengalami masa-masa sulit yang membuat kita meragukan janji-janji Tuhan. Namun, kisah Yusuf mengajarkan kita untuk tetap setia dan bersabar, karena Tuhan tidak pernah melupakan apa yang telah Dia janjikan.

            Saudara-saudara, dari kisah ini kita belajar bahwa Allah setia dalam menggenapi janji-janji-Nya. Yusuf adalah contoh orang yang tetap setia meskipun menghadapi banyak penderitaan. Pada akhirnya, janji Tuhan digenapi dengan indah. Kita juga diajak untuk tetap percaya, bahkan di tengah situasi yang sulit, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Marilah kita meneladani Yusuf dalam kesetiaannya kepada Tuhan dan percaya bahwa waktu Tuhan selalu tepat. Kiranya damai sejahtera Tuhan menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita. Amin. 

            Saudara marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah saudara saat ini sedang memasuki masa-masa kelam dalam hidup anda? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak untuk berdoa meminta agar Roh Kudus memberikan kemampuan untuk selalu dapat percaya akan janji penyertaan dan pemeliharaan Allah. Saudara,  Marilah kita selalu percaya kepada Allah. (WN)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali