God is My Hope

Kamis, 24 Oktober 2024
God is My Hope 
Bacaan Alkitab : Kejadian 43: 6-7

          Saudara sebagian besar pasal 43 : 1-34 ini, berisi dialog antara Yakub dengan anak-anaknya. Percakapan dimulai dengan persediaan makanan yang keluarga Yakub miliki akhirnya habis sehingga Yakub memerintahkan mereka perlu untuk membelinya di Mesir (ay.1-2). Yehuda menjawab permintaan ayah mereka dengan mengurai masalah secara rinci, salah satunya tentang membawa Benyamin ke Mesir (ay. 3-5). Yakub kemudian merespons Yehuda dengan menyatakan, “mengapa kamu mendatangkan kesengsaraan ini kepadaku dengan memberitahukan kepada orang itu kamu masih mempunyai seorang adik?” (ay.6). Dan kemudian Yehuda kembali merespons Yakub dengan mengurai fakta tentang peristiwa di Mesir terutama berkaitan dengan perlunya mereka menyebutkan anggota keluarga mereka (ay.7).

          Saudara, mari kita memperhatikan respons Yakub terhadap Yehuda pada ay.6. Yakub adalah seorang ayah yang telah kehilangan anak-anaknya, Yusuf dan Simeon dengan sangat tiba-tiba. Peristiwa ini mendatangkan trauma dalam dirinya sehingga pada ay. 6, ia merasa cemas jikalau ia juga harus menyerahkan Benyamin ke tangan penguasa di Mesir. Kecemasan tersebut membuatnya berpikir negatif secara ekstrem seperti misalnya : Benyamin tidak akan kembali ke keluarganya. Jika kita mengingat pada kej. 42: 34, anak-anaknya telah menceritakan bahwa penguasa di Mesir berjanji untuk, “Lalu bawalah kepadaku saudara bungsumu .. Aku akan mengembalikan saudaramu itu kepadamu dan kamu boleh bergerak sebebasnya di negeri ini.” Yakub tidak melihat adanya kemungkinan untuk Benyamin kembali bersama-sama dengan keluarganya karena janji yang diucapkan oleh penguasa di Mesir tersebut.

          Saudara, sikap Yakub ini mungkin kerap kali kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mungkin diri kita juga pernah mengalaminya. Hati yang tenggelam dalam kepedihan, luka dan trauma akan menjadikan kita cenderung berpikir negatif tentang masa depan sehingga tidak dapat melihat adanya kemungkinan baik yang dapat terjadi. Dan, jika kita mengalami hal ini maka berdoalah meminta Allah memulihkan luka dalam hati kita, belajarlah untuk menerima hal-hal yang tidak dapat dikendalikan dan juga ingatlah akan janji-Nya dalam kehidupan kita. Janji Tuhan ada banyak tertulis dalam Firman-Nya, salah satunya “Sebab, Aku mengetahui rancangan-rancangan yang Kupikirkan mengenai kamu, … untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan.” (Yer. 29: 11). Dengan demikian, jangan abaikan satu kemungkinan baik yang muncul ditengah-tengah masa terkelam dalam kehidupan kita. Sebab, Ia adalah Allah yang memegang kendali dan dapat memberikan harapan yang pasti ditengah badai kehidupan seperti apa pun.

          Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, bagaimana cara kita merespons peristiwa yang mendatangkan trauma/ kepedihan dalam kehidupan kita? Jika kita mengijinkan pikiran negatif/kecemasan bahkan menjadi putus asa secara berlebihan saat mengalami peristiwa yang mendatangkan trauma. Maka ingatlah, bahwa Tuhan adalah pengharapan dalam kehidupan kita, Ia memiliki rancangan yang indah bagi masa depan kita. (TH)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali