Choosing Wisely
Choosing Wisely - (Memilih dengan bijak)
Syalom, saudara-saudari yang
terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Hari ini, kita akan merenungkan Firman
Tuhan yang terambil dari Kejadian 42:37-38. Di dalam perikop ini, Ruben
menawarkan kepada ayahnya, Yakub, untuk bertanggung jawab atas nyawa adiknya,
Benyamin, dalam perjalanan mereka ke Mesir. Ruben bahkan bersumpah dengan nyawa
kedua anaknya, tetapi Yakub menolak tawaran itu karena trauma kehilangan Yusuf.
Saudara, kisah ini menunjukkan bagaimana sikap yang tergesa-gesa dan
dikuasai emosi dalam mengambil keputusan akan menghasilkan keputusan yang
salah. Ruben yang terlalu tergesa-gesa membuat janji yang emosional dengan
menawarkan kedua anaknya sebagai jaminan jika ia gagal membawa Benyamin
kembali. Padahal ia pun belum tahu apa yang akan terjadi di Mesir. Ini menunjukkan bagaimana
keputusan yang tergesa-gesa dan emosional sering kali tidak bijaksana. Ruben
terlalu cepat berjanji tanpa memikirkan konsekuensinya, dan Yakub, yang
dikuasai oleh rasa takut kehilangan, juga mengambil sikap yang emosional.
Saudara di dalam kehidupan kita pun, kita sering tergoda untuk mengambil
keputusan dalam keadaan tertekan atau marah, tetapi Firman Tuhan mengajarkan
kita untuk bersabar, tenang, dan bersikap bijak dalam mengambil dalam setiap keputusan, terutama yang
menyangkut hal-hal besar.
Saudara dari kisah ini, kita belajar untuk tidak mengambil keputusan
secara tergesa-gesa dan emosional. Seperti Yakub yang menolak tawaran Ruben
karena ketakutannya, dan Ruben yang menawarkan sesuatu yang terlalu berisiko,
kita juga perlu menimbang dengan bijaksana setiap pilihan kita. Marilah kita
senantiasa berdoa dan mencari kehendak Tuhan dalam segala hal, agar keputusan
kita harmonis dengan kehendak Allah. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Saudara marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan
Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Saudara,
apakah saudara saat ini sedang
bergumul untuk mengambil keputusan yang penting dalam hidup saudara? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak dan berdoa
meminta agar Roh Kudus memberikan ketenangan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Saudara, marilah kita mengambil keputusan yang sesuai
dengan kehendak Tuhan. (WN)
Komentar
Posting Komentar