Perjanjian Ishak dan Abimelekh (4)
Rabu, 29 Mei 2024
Perjanjian Ishak dan Abimelekh (4)
Bacaan Alkitab : Kejadian 26:30-33
Saudara, perikop ini menjelaskan tentang proses kesepakatan damai antara Ishak dan Abimelekh. Abimelekh, yang menyadari bahwa Tuhan menyertai Ishak, datang untuk mengadakan perjanjian dengannya. Meskipun Ishak diperlakukan tidak adil sebelumnya tapi dengan murah hati ia menerima maksud baik tersebut. Ia pun mengadakan pesta jamuan makan untuk Abimelekh dan rombongannya. Jamuan makan ini bukan hanya tradisi untuk mengesahkan perjanjian saja tapi juga menunjukkan kesediaan Ishak untuk memaafkan dan hidup dengan damai dengan mereka (ay. 30-31). Kemudian pada saat dia membuat perjanjian, hamba-hambanya membawa kabar tentang sebuah sumur yang telah mereka temukan. Ishak yang tidak menuntut ganti rugi atas sumur yang telah diambil justru menerima berkat lain dari Allah (ay. 32-33).
Tindakan Ishak dalam menanggapi kesepakatan damai dengan Abimelekh menunjukkan relasinya yang dekat dengan Allah. Meskipun Ishak dirugikan tapi dengan murah hati ia menyambut dan menerima mereka di rumahnya. Ia juga tidak mengungkit kesalahan masa lalu tapi dengan rela mengadakan perjanjian persahabatan dan berjanji tidak akan menyakiti mereka. Tindakan Ishak yang memilih untuk memaafkan dan berdamai menunjukkan sikap seorang yang sudah mengalami kasih Allah. Sebab orang yang sudah dipenuhi kasih Allah juga pasti akan mengasihi sesama.
Saudara, relasi Ishak yang dekat dengan Allah ditunjukkan melalui sikapnya yang mudah memaafkan dan berdamai dengan orang lain. Sebab orang yang mengenal Allah, hatinya akan dipenuhi oleh kasih sehingga ia pun akan mengasihi sesama. Oleh sebab itu, mari kita selalu meminta Allah untuk memenuhi hati kita dengan kasih-Nya. Sehingga kita mampu hidup damai dan mengasihi orang lain dan nama Allah dipermuliakan.
Saudara, apakah
selama ini saudara sulit untuk memaafkan kesalahan dan hidup damai dengan orang
lain? Jika iya. Maka mari datang pada Allah di dalam doa. Mari meminta Allah
untuk membimbing saudara mengenal-Nya dengan sungguh-sungguh. Sebab saat
mengenal Allah maka hati kita akan dipenuhi oleh kasih-Nya dan kita dapat
mengasihi orang lain. (MS)
Komentar
Posting Komentar