Perjanjian Ishak dan Abimelekh (2)
Senin, 27 Mei 2024
Perjanjian
Ishak dan Abimelekh (2)
Bacaan Alkitab: Kejadian 26:16-23
Perikop ini adalah kelanjutan dari kisah sebelumnya dimana Allah memberkati Ishak dengan sangat berlimpah. Pada perikop ini terlihat bahwa rupanya Abimelekh merasa terancam dengan kondisi Ishak ini, dan karena itu ia meminta Ishak untuk pergi dari tanahnya. Ishak pun pergi dan menggali sumur-sumur yang pernah digali oleh ayahnya tapi kemudian para gembala di Gerar datang dan bertengkar dengan para gembala Ishak mengenai sumur-sumur tersebut yaitu Esek dan Sitna, namun pada saat ia menggali sumur yang ketiga mereka tidak bertengkar. Ishak kemudian menamai sumur itu dengan Rehobot. Ia melihat sumur itu merupakan tanda dari Tuhan bahwa ia mengizinkan ia beserta seluruh keluarganya untuk tinggal di daerah Gerar.
Saudara yang dikasihi Tuhan, ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari kisah ini, yaitu: Pertama, Menghadapi Konflik dengan Bijaksana. Di ayat 16, Abimelekh, raja orang Filistin, meminta Ishak untuk pergi dari tanah mereka karena ia menjadi sangat kuat. Ishak tidak melawan, tetapi memilih untuk pergi dan tinggal di lembah Gerar. Ini menunjukkan pentingnya menghindari konflik dan mencari jalan keluar yang damai. Dalam kehidupan, kita sering menghadapi konflik. Bagaimana kita memilih untuk menyelesaikannya menunjukkan karakter kita. Kadang-kadang, lebih bijaksana untuk mundur dan mencari solusi yang damai daripada berkonfrontasi secara langsung.
Kedua. Ketekunan dalam Menghadapi Tantangan. Ishak terus menggali sumur-sumur, meskipun para gembala Gerar terus saja mengklaim sumur-sumur tersebut. Dia tidak menyerah dan pada akhirnya, ia menemukan sumur di Rehobot yang tidak diperebutkan lagi. Ketekunan adalah kunci dalam menghadapi tantangan. Saat kita terus berusaha dan tidak menyerah, pada akhirnya kita akan menemukan jalan keluar atau solusi dari masalah kita. Seringkali masalah kita menjadi berlarut-larut bukan karena Tuhan tidak menjawab doa kita, tapi karena tidak tekun untuk mengusahkan berbagai cara untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut.
Ketiga, Penyertaan Tuhan. Setelah menggali sumur di Rehobot, Ishak berkata, "Sekarang Tuhan telah memberi keleluasaan kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini" (ayat 22). Ini menunjukkan bahwa Ishak menyadari bahwa semua keberhasilan yang dia dapatkan adalah karena penyertaan Tuhan. Saudara, sadarilah bahwa dalam setiap usaha dan pencapaian kita, terdapat campur tangan Tuhan. Mengakui dan bersyukur atas penyertaan-Nya membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang peran Tuhan dalam kehidupan kita.
Saudara marilah mengambil waktu
sejenak untuk merenungkan Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah saudara sedang menghadapi
masalah dimana karena saudara diberkati Tuhan maka ada orang yang membenci
saudara. Saudara marilah kita
mengambil waktu sejenak untuk berdoa dan
meminta Roh Kudus memberikan kita kemampuan untuk tekun, dan kebijaksanaan
untuk dapat dalam menyelesaikan masalah kita.
Saudara, Marilah kita menyerahkan
seluruh masalah kita ke dalam tangan Tuhan. (WN)
Komentar
Posting Komentar