Kelahiran Esau dan Yakub (3)
Selasa, 21 Mei 2024
Kelahiran Esau dan Yakub (3)
Bacaan Alkitab : Kejadian 25:24-28
Saudara dalam ayat bacaan kita hari ini kita melihat
penggenapan janji Allah kepada Ishak dan Ribka mengenai keturunan. Bahkan anak
yang dikandungnya ialah anak kembar. Di ayat 24, dikatakan bahwa Ribka
mengandung anak kembar. Hal ini sesuai dengan apa yang Allah katakan kepada
Ishak mengenai “keturunannya bahwa dua bangsa ada dalam kandungan Ribka, dan
dua suku bangsa tersebut akan berpencar.” Ketika Ribka melahirkan, anak pertama
mereka berwarna merah dan seluruh tubuhnya berbulu dan diberi nama Esau sedangkan
anak kedua mereka lahir dengan tangan memegang tumit kakaknya dan diberi nama
Yakub.
Saudara, kedua anak Ishak dan Ribka bertumbuh semakin
dewasa dan mereka memiliki keahliannya masing-masing. Esau menjadi seorang
pemburu yang hebat sedangkan Yakub menjadi seorang yang tenang dan suka tinggal
di rumah. Hal ini memperlihatkan kecenderungan mereka yang berbeda dalam
menghadapi kehidupan dan tujuan mereka. Perbedaan ini juga membuat sebuah
favoritisme dalam keluarga mereka. Ishak lebih menyayangi Esau sedangkan Ribka
lebih menyayangi Yakub. Melalui apa yang dilakukan Ishak dan Ribka ini mempengaruhi
hubungan persaudaraan dan dinamika keluarga mereka secara keseluruhan.
Saudara melalui renungan hari ini,
kita melihat bagaimana akibat yang disebabkan oleh sikap orang tua kepada anak.
Ketika Ishak dan Ribka membuat favoritisme dalam keluarganya maka ada
persaingan antara Esau dan Yakub, dan hal ini berpengaruh terhadap sejarah
keselamatan dan pembentukan bangsa Israel. Melalui bagian ini sebagai orang tua
di ingatkan untuk berhati-hati terhadap sikap favoritisme dalam keluarga.
Karena sikap itu akan membuat persaingan yang kurang baik antara saudara. Dan
ketika sikap itu tidak diperbaiki dengan benar dalam keluarga, maka bisa saja
terjadi hal yang buruk/ perpecahan dalam keluarga. Oleh karena itu, marilah
sebagai orang tua jangan bersikap membeda-bedakan kepada anak. Tetapi marilah
tetap mengasihi semua anak dengan sepenuh hati kita.
Saudara, sudahkah sebagai orang tua selama ini kita
menunjukkan kasih kepada anak-anak kita tanpa membeda-bedakan? Jika belum, maka
marilah kita ambil waktu sejenak untuk berdoa kepada Allah. Berdoalah agar
Allah memberikan kemampuan kepada kita untuk dapat menjadi orang tua yang penuh
kasih tanpa membeda-bedakan. Serta mintalah juga bimbingan Roh Kudus agar dapat
terus melakukan hal ini di tengah-tengah keluarga. (DS)
Komentar
Posting Komentar