Ishak, Ribka dan Abimelekh (2)

Jumat, 24 Mei 2024

Ishak, Ribka dan Abimelekh (2)

Bacaan Alkitab : Kejadian 26: 7-11



            Dalam bagian ke-2 dari kisah tentang Ishak, Ribka dan Abimelekh ini, penduduk Gerar mulai bertanya tentang istri Ishak. Dan karena takut terhadap penduduk akan membunuh Ishak agar dapat mengambil Ribka. Maka, Ishak berbohong dan mengatakan bahwa Ribka adalah saudaranya. Saudara, tindakan Ishak ini sama dengan yang dilakukan oleh Abraham ketika ia tinggal di Gerar (Kej. 20: 1-18). Abraham berbohong kepada Raja Abimelekh dan penduduk Gerar dengan mengatakan Sara adalah saudaranya sebab ia takut dibunuh oleh mereka (Kej. 20: 1-3).

Saudara ada jarak 100 tahun untuk kedua kisah ini, dan Raja Abimelekh dalam kisah ini juga adalah raja yang berbeda. Perbedaan antara dua kisah ini adalah dalam kisah Abraham, Allah melindungi Sara dengan cara memberikan firman kepada Abimelekh bahwa ia akan dihukum jika mengambil Sara sebagai istrinya sebab Sara adalah istri Abraham (Kej. 20: 3-7). Sedangkan, dalam kisah Ishak, Allah melindungi Ribka dengan cara mengijinkan Raja Abimelekh melihat Ishak dan Ribka sedang bercumbu melalui jendela dan langsung memanggil Ishak untuk menegurnya berkaitan dengan kebohongannya kepada Ishak. Bahkan, Raja Abimelekh memberikan perintah kepada semua penduduknya agar tidak menyakiti Ishak dan Ribka (ay. 8-11).

Saudara, kedua kisah ini mengingatkan bahwa Allah memiliki banyak cara untuk melindungi anak-anak-Nya dalam setiap situasi kehidupan yang kita hadapi. Allah bisa saja langsung menyatakan perlindungan-Nya atau melalui keberadaan orang-orang yang ada disekitar kita. Dengan demikian, jika mungkin saat ini kita ada dalam situasi-situasi yang tidak bisa kita kendalikan dan mendatangkan ancaman/bahaya, ketakutan, kerugian, dan pergumulan bagi kita dan orang-orang yang kita sayangi. Maka, tetaplah bersandar pada perlindungan Allah dan nantikan dengan sabar pertolongan Allah dalam kehidupan kita.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah kita sudah dengan sabar menanti-nantikan pertolongan Tuhan? Jika belum. Berdoalah dan minta Allah untuk memberikan kesabaran dan kekuatan untuk tetap dapat menanti-nantikan pertolongan-Nya bagi kita. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali