Ribka Menjadi Istri Ishak (1)

Selasa, 30 April 2024

Ribka Menjadi Istri Ishak (1)

Bacaan Alkitab : Kejadian 24:1-4



Saudara dalam ayat bacaan hari ini kita melihat saat itu Abraham sudah tua (saat Ishak lahir umurnya 100 tahun). Abraham ingin mencarikan istri untuk anaknya, Ishak. Dia meminta hambanya untuk mencari istri bagi Ishak dari antara kerabatnya di Mesopotamia. Dia bahkan meminta hambanya untuk bersumpah agar tidak memilih orang Kanaan (orang yang menyembah berhala dan tidak mengenal Allah) sebagai menantunya.

Saudara, sikap Abraham dalam ayat-ayat ini memperlihatkan ketaatannya pada perintah Allah. Abraham memerintahkan Eliezer untuk kembali ke tanah kelahirannya (Ur kasdim) dan tidak boleh mencari perempuan Kanaan. Hal ini dilakukan Abraham karena Allah memerintahkan agar keturunananya menyembah Allah, itulah alasannya mengapa anaknya tidak boleh menikah dengan bangsa lain yang menyembah berhala. Karena memang saat itu suku dan agama dari suatu suku adalah satu kesatuan dan ada kebiasaan penikahan campur antar bangsa. Sehingga, pernikahan campur bukan hanya akan menghasilkan percampuran budaya tapi juga agama. Jika orang Israel melakukan pernikahan campur dengan bangsa lain maka hal itu akan merusak perjanjian. Dalam Alkitab memang tidak ada keterangan yang jelas mengenai agama dari keluarga Nahor. Namun ketika Abraham mendengar suara Allah, ia langsung mengenali suara tersebut. Sehingga kemungkinan orang tua mereka yaitu Terah adalah orang yang beriman. Iman tersebut yang kemudian diteruskan pada anak-anaknya yaitu Abraham dan Nahor. Itulah alasan mengapa Abraham memerintahkan Eliezer untuk pergi mencari isteri dari keturunan keluarga Nahor.

Saudara melalui renungan hari ini, kita melihat ketaatan Abraham kepada Allah mengenai keturunannya yang harus menyembah kepada Allah. Hal ini dilakukan Abraham dengan cara mencari pasangan untuk anaknya dari tanah kelahirannya (Ur kasdim) dan tidak boleh dari orang Kanaan, karena tidak menyembah Allah. Saudara melalui bagian ini kita diingatkan kembali, sebagai orang tua haruslah kita mendidik anak kita untuk memiliki pasangan yang seiman, yang sama-sama menyembah kepada Allah. Jika kita sebagai anak, haruslah kita juga menanamkan dalam diri kita untuk memilih pasangan yang seiman. Karena jika kita tidak memilih pasangan yang tidak seiman maka hal itu sangat berbahaya. Bisa saja pada akhirnya meninggalkan kepercayaan kita kepada Allah. Marilah kita mentaati perintah Allah dengan memilih pasangan yang seiman. (DS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali