Kerajaan Seribu Tahun

Jumat, 10 November 2023

Kerajaan Seribu Tahun

Bacaan Alkitab : Wahyu 20:1-6


 

 

Saudara, dalam perikop ini Rasul Yohanes mendapatkan dua penglihatan. Yang pertama ialah nubuat tentang diikatnya iblis. Seorang malaikat dari sorga merantai dan melemparkan iblis tersebut ke dalam jurang maut. Malaikat itu kemudian menutup maut itu dan menyegelnya. Iblis dikurung selama seribu tahun dan nanti malaikat akan melepaskannya sebentar saja. Kemudian penglihatan selanjutnya ialah ia melihat orang-orang yang dibunuh karena menjadi saksi Kristus yang dibangkitkan. Mereka dan semua orang yang setia akan memerintah bersama dengan Kristus selama seribu tahun lamanya yaitu pada masa iblis dipenjara.

Saudara, pesan yang ingin disampaikan oleh Rasul Paulus dalam perikop ini adalah bahwa meskipun saat ini iblis terlihat kuat tapi sebenarnya ia tidak berkuasa di hadapan Allah. Hal ini terbukti dalam perikop ini bahwa ia dikurung dan dilepaskan sesuai dengan kehendak Allah. Artinya, semua tindakan iblis tetap berada dalam kendali Allah. Kemudian frasa seribu tahun dalam perikop ini tidak dapat dimaknai secara harafiah. Waktu seribu tahun di sini untuk menyatakan bahwa akan ada masa di mana para pengikut Kristus yang setia pada akhirnya akan menikmati kemenangan bersama Kristus.

Saudara, meskipun saat ini kita hidup di dunia modern tapi terkadang kuasa dan kekuatan iblis membuat kita merasa takut. Namun dalam perikop ini kita diingatkan bahwa tidak satupun kuasa yang lebih besar dari pada Allah. Dengan kata lain, segala sesuatu berada dalam kendali Allah. Kemudian gambaran masa seribu tahun dalam perikop ini seharusnya mendorong kita untuk tetap setia mengikut Kristus. Kiranya Roh Kudus membimbing dan memberikan kita kekuatan untuk menghormati kuasa Allah dan tetap setia kepada Allah.

Saudara, apakah tindakan saudara dalam kehidupan sehari-hari mencerminkan orang percaya yang menghormati kuasa Allah? Jika belum. Maka mari berdoa dan meminta anugerah Allah. Sehingga saudara memahami bahwa kuasa Allah jauh lebih besar dari apapun. Kesadaran ini akan membuat saudara bertindak sebagai orang percaya yang menghormati Allah. (MS)

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaung Kekudusan Hidup

Kesiapan dalam Kesucian

Garam dan Terang Dunia