Pengakuan Petrus
Rabu, 13 April 2022
Pengakuan Petrus
Bacaan Alkitab : Yohanes 6:67-71
Dalam perikop ini kita melihat akibat dari perkataan Yesus yang menyatakan bahwa Diri-Nya ialah Roti Hidup. Dalam perikop sebelumnya diceritakan bahwa sebagian besar orang merasa gusar dan pergi meninggalkan-Nya. Sedangkan dalam perikop ini Yesus mengajukan pertanyaan pada kedua belas murid-Nya, untuk menguji keteguhan iman mereka. Jawaban dari pertanyaan ini disampaikan oleh Petrus sebagai wakil dari rekan-rekannya. Dengan sangat yakin ia menjawab, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan yang hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Maha Kudus dari Allah.”
Saudara, melalui keputusan yang diambil oleh dua belas murid kita dapat melihat bahwa: pertama, Yesus mengajarkan kebenaran. Dalam kalimatnya, kita dapat melihat Petrus ingin mengatakan bahwa di tempat lain mereka tidak akan memperoleh kebenaran seperti yang diberikan oleh Yesus. Petrus dan rekan-rekannya memutuskan untuk melanjutkan pencarian mereka akan kehidupan dan kebahagiaan bersama Yesus. Mereka akan mengikuti Yesus sebagai pemandu mereka karena tidak ada pemandu yang lebih baik dari pada Dia. Keyakinan murid-murid untuk mengikut Yesus bukan berdasarkan pada iman yang buta. Tetapi merupakan hasil pertimbangan yang matang. Kedua, mereka meyakini ada jaminan hidup yang kekal di dalam Yesus. Meskipun terkadang para murid tidak sepenuhnya mengerti perkataan Yesus (misalnya ajaran mengenai kematian-Nya dikayu salib) yang masih menjadi teka-teki bagi mereka. Tapi, secara umum mereka yakin bahwa di dalam Yesus ada jaminan hidup kekal. Sebaliknya, jika mereka mengikuti kenyamanan duniawi maka dosa akan membinasakan mereka.
Saudara, dua hal yang mendasari keputusan dari para murid untuk tetap mengikut Yesus, juga harus kita miliki. Sebagai orang percaya, kita harus memiliki keyakinan bahwa tidak ada kebenaran dan kehidupan kekal di luar Yesus. Hanya di dalam Yesus lah kita dapat mengerti kebenaran Allah dan hidup kita akan dituntun menuju keserupaan dengan Kristus. Dan hanya di dalam Yesus lah kita dapat menemukan kepastian dan jaminan kehidupan yang kekal bersama Allah. Oleh sebab itu, marilah kita terus berusaha untuk setia mengikut Yesus dan mengenal-Nya setiap hari.
Saudara, sudahkan saudara memiliki keyakinan bahwa tidak ada kebenaran dan kehidupan kekal di luar Yesus? Jika belum. Maka marilah mengambil waktu untuk mengoreksi batin saudara dan mendoakan hal tersebut. Mari berdoa agar saudara diberikan kemampuan untuk meyakini bahwa tidak ada kebenaran dan kehidupan kekal di luar Yesus. Dan mari berdoa agar Allah mengaruniakan kekuatan untuk setia mengikut Yesus sepanjang kehidupan saudara. -Denal Sutanto-
Tidak Ada Kebenaran dan Kehidupan Kekal di luar Yesus
Komentar
Posting Komentar