Kesaksian Yesus Tentang Diri-Nya (II)
Sabtu, 2 April 2022
Kesaksian Yesus Tentang Diri-Nya (II)
Bacaan Alkitab: Yohanes 5:24-29
Saudara yang dikasihi Tuhan bagian alkitab ini merupakan kelanjutan dari perikop yang berjudul “kesaksian Yesus tentang diri-Nya”. Saudara yang dikasih Tuhan salah satu hal yang menarik dari ayat-ayat ini tercatat di dalam ayat 27. Dikatakan di sana “Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.”
Saudara tidak ada manusia yang pernah diberikan otoritas untuk menghakimi manusia yang lain. Hal ini karena manusia tidak sempurna, dan karena manusia tidak sempurna maka penghakiman-Nya pun tidak akan sempurna karena itu hakim yang akan menghakimi manusia haruslah Allah. Dan karena Kristus yang akan menghakimi manusia maka Kristus pastilah Allah. Lalu bagaimana sebutan bahwa ia adalah “Anak Manusia”. Saudara sebutan untuk “Anak Manusia” menunjuk penglihatan Daniel 7:13, dimana Allah menampakkan diri kepada Daniel dalam sosok “Anak Manusia”. Dikatakan disana “Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.” Jadi kata “Anak Manusia” disini justru tidak menunjukkan kemanusiaan Kristus tapi menunjukkan “Keilahian Kristus”.
Saudara Kristus sudah menyelamatkan dari dosa-dosa kita dan Ia inginkan kita untuk berbuah di dalam perbuatan baik. Ciri dari orang-orang yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah hatinya akan dikuasai oleh Roh Kudus. Dan kehidupan Allah pun mengalir di dalam dirinya yang ditandai dengan karakter moral Allah yang terlihat di dalam pikiran, perasaan dan perbuatannya. Dan karena itu kehidupan kita semakin serupa dengan Kristus. Hal inilah yang akan dihakimi oleh Kristus pada saat Ia datang kembali, Ia akan menghakimi manusia berdasarkan perbuatan-perbuatan mereka. Karena ciri-ciri orang yang telah diampuni dosanya dan telah menerima Kristus di dalam hatinya, adalah ia memiliki Roh kudus di dalam batinnya. Hal ini ditandai dengan perbuatan-perbuatan baik yang keluar di dalam kehidupannya.
Saudara marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah kehidupan kita sudah menunjukkan kekudusan Allah ? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak untuk mendoakan hal tersebut. Berdoalah untuk meminta anugrah Allah agar memampukan saudara untuk hidup dalam bimbingan Roh Kudus Saudara marilah kita selalu taat kepada bimbingan dari Roh Kudus. -Welem Novi-
“Tanda Bahwa Seseorang Sudah Memiliki Kehidupan Kekal Adalah Diri-Nya Dikuasai Oleh Roh Kudus Yang Membuahkan Kehidupan Yang Saleh”
Komentar
Posting Komentar