Hal Berpuasa
Sabtu, 16 Oktober 2021
Hal Berpuasa
Bacaan Alkitab : Lukas 5:33-39
Saudara yang dikasihi Tuhan di dalam prikop yang baru saja dibaca, dijelaskan bahwa suatu kali orang-orang Farisi itu berkata kepada Yesus bahwa murid-murid Yohanes pembaptis berpuasa namun murid-murid Kristus tidak berpuasa. Kristus menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan menggunakan analogi pernikahan, menambal baju, dan kantong anggur. Inti dari analogi-analogi ini adalah bahwa murid-muridNya akan berpuasa tapi dengan makna yang sama sekali berbeda dari yang dipratekkan oleh orang-orang Farisi dan juga murid-murid Yohanes.
Saudara yang dikasihi, para orang-orang Farisi adalah orang-orang yang mempelajari alkitab dan rajin menjalani hukum-hukum agama. Sayangnya, mereka tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Mereka tidak menyadari bahwa Kristus adalah Pribadi yang dijanjikan oleh semua kitab Perjanjian Lama. Mereka terlalu terpaku dengan aturan-aturan tanpa menyadari apa yang sebenarnya makna dari setiap aturan agama. Orang-orang Farisi melakukan puasa, hanya karena mereka sudah terbiasa untuk melakukan kewajiban agama tanpa memiliki makna tentang apa yang sedang mereka lakukan.
Saudara seringkal kita melakukan tradisi agama kita seperti beribadah, membaca Alkitab, bernyanyi dan memuji Tuhan di gereja, tanpa memiliki memahami makna dibalik apa yang kita lakukan. Sehingga tidak heran jika kita melihat bahwa aktivitas keagamaan yang kita lakukan seringkali terasa membebani batin kita. Jangankan mendapatkan manfaat, kita justru merasa semakin tertekan dengan semua apa yang kita lakukan. Karena itu marilah kita melakukan semua praktek keagamaan kita dengan penuh rasa hormat dan makna.
Saudara, apakah dalam berbidah saudara sudah beribadah dengan penuh hormat kepada Allah ? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak untuk mendoakan hal tersebut. Berdoalah agar Tuhan memberikan saudara kemampuan beribadah dengan penuh hormat kepada Allah? Saudara percayalah bahwa Tuhan sudah memberikan saudara kemampuan untuk kemampuan beribadah dengan penuh hormat kepada Allah? -WELEM NOVI-
“Marilah Kita Mengucap Syukur Dan Beribadah Kepada Allah Menurut Cara Yang Berkenan Kepada-Nya, Dengan Hormat Dan Takut”
Komentar
Posting Komentar