Yesus Mengecam Ahli-Ahli Taurat Dan Orang-Orang Farisi (2)

Senin, 3 Mei 2021
Yesus Mengecam Ahli-Ahli Taurat Dan Orang-Orang Farisi (2)
Bacaan Alkitab : Matius 23:15-36


Shalom selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan, renungan pagi hari ini terambil dari Matius 23:15-36. Tentu ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari ayat-ayat ini. Namun karena keterbatasan waktu, maka dalam renungan ini saya hanya akan membagikan dua hal yang dapat kita pelajari dari prikop ini khususnya ayat ke 23. Dari ayat ini kita dapat melihat hal yang keliru dalam ibadah kita.  
Pertama, orang Kristen yang hanya fokus pada ibadah jasmani
Saudara dalam ayat ini Kristus menegur ahli-ahli taurat dan orang farisi. Dimana mereka rajin melakukan aturan agama mereka, namun mereka mengabaikan hal yang utama dari hukum taurat itu yaitu kasih terhadap Allah dan sesama. Saudara, sebagai orang Kristen seringkali kita menjadi orang-orang yang taat berbadah, memberikan persembahan, membaca alkitab, mendengarkan khotbah, berdoa, berpuasa, dst. Namun, kita tidak memiliki kasih di dalam hati kita baik kepada Allah mauapun kepada sesama. Tidak heran jika kita kemudian merasa bosan, dan capek. Hal ini karena kita tidak serius memaknai semua ritual itu.  
Kedua, orang Kristen yang mengabaikan ibadah jasmani
Kelompok kedua adalah orang Kristen yang mengabaikan kesalehan jasmani. Orang-orang Kristen jenis ini seringkali keliru dalam kritikan Kristus kepada orang farisi. Mereka berpikir bawa Kristus membenci ibadah jasmani, seperti berdoa, memeberikan persembahan, berpakaian yang sopan pada saat ibadah, dst. Karena itu mereka selalu berkata “ yang penting hati”. Namun ini jelas keliru, Kristus tidak pernah mengkritik ibadah jasmani. Yang Yesus kritik adalah ibadah yang tidak di dorong oleh kasih kepada Allah dan sesama.  
 Saudara, apakah saudara beribadah karena kasih kepada Tuhan atau hanya karena kewajiban sebagai seorang Kristen saja? Saudara marilah, kita mengambil waktu sejenak untuk mendoakan hal tersebut. Berdolah agar Tuhan memberikan saudara kemampuan untuk mengasihi Allah dan beribadah kepadanya dengan penuh ketulusan. Saudara percayalah bahwa Tuhan sudah memberikan saudara kemampuan untuk mengasihi Allah dan berbidah kepadaNya dengan penuh ketulusan. -WELEM NOVI-

“Ibadah Sejati Lahir Dari Batin Yang Penuh Kasih Dan Diekspresikan Melalui Sikap Tubuh Jasmani”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERBUAT BAIK DI TEMPAT KERJA

KONSEP DOA YANG BENAR

Allah yang Selalu Tepat