Yesus Diolok-olok

Sabtu, 29 Mei 2021
Yesus Diolok-olok
Bacaan Alkitab : Matius 27:27-31 

Shalom selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan, renungan pagi hari ini terambil dari Matius 27:27-31. Saudara di dalam prikop ini dijelaskan bahwa pada saat Yesus di bawa ke gedung pengadilan, lalu mereka memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Beberapa ahli alkitab memperkirkan jumlah pasukan pada saat itu kira-kira 600 orang. Mereka kemudian menanggalkan pakaian Kristus, dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka kemudian mengayam sebuah mahkota duri dan memasangkannya di atas kepala Kristus. lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya, kemudian mereka berlutut di hadapanNya dan mengolok-ngolok Dia. Kemudian mereka meludahi Dia dan memukul Dia dan kemudian mereka membawa dia untuk disalibkan. 
Kisah ini merupakan kisah yang sangat menyedihkan dan ironik, karena ternyata ejekan mereka kepada Kristus mengungkapan kebenaran tentang siapakah Kristus sebenarnya. Ia adalah raja di atas segala raja yang layak menerima penghormatan dan penyembahan dari seluruh umat manusia di muka bumi. Sama seperti yang dikatakan rasul Paulus di dalam Filpi 2:10-11 “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! “. 
Saudara, sebagai orang Kristen seharusnyalah kita juga menempatkan Kristus sebagai Raja dan menundukan diri kita dihadapan Allah. Sayangnya, banyak orang Kristen yang justru menempatkan diriNya sebagai Tuan atas Allah. Mereka berdoa untuk memaksakan kehendak mereka dan bukannya untuk mengetahui kehendak Allah. Mereka memberikan persembahan bukan untuk memberi kepada Tuhan, tetapi supaya mereka mendapat dari Tuhan. Saudara, sebagai orang Kristen marilah kita, menempatkan Kristus sebagai Raja kita. Dan lakukanlah kehendakNya sebagi suatu kesempatan yang terhormat untuk mengabdi kepadaNya. 
 Saudara, apakah saudara sudah menempatkan Kristus sebagai Raja atas hidup saudara? Apakah saudara sudah melihat kehendakNya sebagai suatu kesempatan yang terhormat untuk melayani Dia? Jika ada, marilah mengambil waktu sejenak untuk mendoakan hal tersebut. Berdolah agar Tuhan memberikan saudara kemampuan untuk menempatkan Kristus sebagai Raja, dan juga kemampuan untuk melakukan kehendakNya. -THELIE HERLINA-

“Supaya Dalam Nama Yesus Bertekuk Lutut Segala Yang Ada Di Langit Dan Yang Ada Di Atas Bumi Dan Yang Ada Di Bawah Bumi,”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali