Tentang Menasehati Sesama Saudara

Rabu, 7 April 2021
Tentang Menasehati Sesama Saudara
Matius 18:15-20

Saudara, dalam ayat yang kita baca hari ini Tuhan Yesus sedang mengajarkan mengenai tindakan-tindakan yang harus diambil jika murid-muridNya menghadapi saudaranya yang berbuat dosa. Yang dimaksudkan di sini adalah jika ada sesama saudara seiman yang melukai hati mereka, dengan terang-terangan menghina, mencemarkan nama baik dengan berdusta, menginjak hak mereka, atau melanggar hal-hal yang sudah ditetapkan bersama. Maka ajaran yang diberikan oleh Yesus ini dapat diterapkan dalam perselisihan yang terjadi di antara sesama orang percaya untuk menjaga keadilan dan cinta kasih sesama saudara dalam Tuhan.
Selanjutnya, dalam hal ini Yesus menunjukkan bahwa bahwa prinsip dari menegur adalah harus dilandasi kasih dan tujuan akhirnya ialah pertobatan. Sehingga menegur harus dimulai secara pribadi agar tidak mempermalukannya di hadapan orang lain. Apabila ia tidak mau mendengarkan atau bertobat, maka dapat melibatkan satu atau dua orang dan kemudian selanjutnya melalui seluruh jemaat (ayat 15-17). Ajaran Yesus ini kemudian diakhiri dengan janji bahwa di dalam kasih persaudaraan saudara seiman ada kuasa dan kehadiran Allah yang dinyatakan di dalamnya.
Saudara, gereja saat ini serigkali terjebak dalam dua ekstrim: ada yang memaklumi saudara yang berbuat dosa (atas nama kasih dan pengampunan); atau sebaliknya bertindak menjaga “kesucian” dengan mengucilkan orang yang dianggapnya berdosa. Sebenarnya kedua ekstrim ini tidak mencerminkan kasih Kristus. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menyatakan kasih-Nya melalui tindakan yang dilandasi kasih Allah.
Saudara, bagaimanakah sikap kita pada saat ada saudara yang berbuat kesalahan atau dosa?
Jika sikap kita masih tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah, maka marilah ambil waktu sejenak untuk mendoakan hal tersebut. Berdolah agar Tuhan memberikan saudara keberanian untuk dapat menegur saudara yang melakukan kesalahan dengan dilandasi oleh kasih Allah. -MARGARETHA SUTANTO-

"Teguran yang baik harus disampaikan dengan penuh kasih."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIMANAKAH TUHAN, ALLAHMU?

BATU KARANG YANG TEGUH

CARA BERSUKACITA : MENGUCAP SYUKUR