Belas Kasihan Yesus Terhadap Orang Banyak

Kamis, 18 Februari 2021
Belas Kasihan Yesus Terhadap Orang Banyak
Bacaan: Mat. 9: 35-38

Perikop ini merupakan pendahuluan atau pengantar bagi pasal berikutnya yang mencerita kan bagaimana Yesus mengutus murid-muridNya. Pada perikop ini dikisahkan bagaimana Yesus dengan tekun melayani Allah dan sesama. Bentuk pelayanannya adalah mengajar dan menyem- buhkan banyak orang sakit dan kelemahan. Ia tidak menunggu orang mencariNya, tetapi dengan rajin berjalan berkeliling ke semua kota dan desa.
Saat, “melihat orang banyak itu, …(ay. 36a).” Yesus tidak hanya memperhatikan orang-orang yang mengikuti-Nya tetapi juga mempedulikan jiwa-jiwa yang memenuhi desa serta kota dimana Yesus melayani. Dan saat melihat orang banyak, maka sikap yang Yesus tunjukkan:
1. Yesus mengasihani dan peduli dengan mereka (ay. 36b)
Kalimat, “…tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan…” tidak menunjuk pada peduli pada
hal-hal fisik seperti saat Ia melihat orang lumpuh, buta, sakit, dll. Makna dalam kalimat tersebut yaitu bahwa dalam hati Yesus timbul kepedulian terhadap kondisi kerohanian jiwa-jiwa yang Ia temui. Yesus melihat kemiskinan rohani dan ketidakpedulian pada kekekalan. Dan, sikap belas kasih ini juga lah yang mendorong Yesus untuk mati di kayu salib untuk menanggung dosa seluruh umat manusia. Demikian juga dengan kita sebagai pengikutNya. Motivasi karena kasih kepada Allah dan peduli kepada sesama seharusnya menjadi alasan dasar mengapa kita perlu untuk melayani, ibadah dan bertumbuh.
2. Yesus mendorong murid-muridNya untuk berdoa bagi jiwa-jiwa (ay. 37-38)
Sebelum memanggil dan mengutus murid-muridNya, Yesus mengajarkan mereka untuk mengasihi dan juga berdoa bagi jiwa-jiwa yang dilayani. Apa yang perlu didoakan? Yesus menjelaskan pada ay. 37-38. Yaitu, ada banyak jiwa-jiwa yang terhilang yang ada di sekitar kita tetapi hanya sedikit pekerja yang dimiliki. Sehingga, yang menjadi tugas para muridNya adalah berdoa (meminta, memohon) kepada Sang Empunya tuaian yaitu Allah. Maka Ia akan mengirimkan para pekerja yang memiliki hati yang penuh kasih terhadap jiwa-jiwa yang hilang. -THELIE HERLINA-

Yesus Memiliki Belas Kasih bagi Jiwa-jiwa yang Lelah dan Tidak Bergembala

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN TUHAN

DIMANAKAH TUHAN, ALLAHMU?

BERTAHANLAH!