Yesus Dibaptis Yohanes

Senin, 11 Januari 2020
Yesus Dibaptis Yohanes
Bacaan Alkitab : Matius 3:13-17
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea…
Mat. 3: 13

Shalom selamat pagi saudara yang terkasih di dalam Tuhan, bersyukur kepada Tuhan jika pagi hari ini kita dapat kembali lagi merenungkan Firman Tuhan dalam renungan pagi spiritual life sebelum kita kembali beraktifitas. Saudara yang terkasih bacaan kita untuk hari ini terambil dari Matius 3:13-17, judul perikopnya “Yesus dibaptis Yohanes”. 
Saudara beberapa teolog melihat bahwa, baptisan yang dilakukan oleh Yohanes berasal tradisi Yahudi yang disebut dengan istilah Tevilah. Tevilah adalah ritual yang dilakukan untuk orang yang bukan berasal dari suku Yahudi yang ingin menjadi penganut agama yahudi (proselit). Dalam tradisi tevilah orang-orang proselit ini akan membenamkan diri mereka ke sebuah kolam yang disebut mikvah sebagai tanda pembersihan diri. Dengan kata lain orang yang dibaptis harus memposisikan diri mereka sebagai orang yang berdosa. Inilah yang membuat Yohanes pada awalnya menolak untuk membaptiskan Yesus, yaitu karena Ia mengenali bahwa Yesus adalah seorang yang suci, dan karena itu Yesus tidak perlu untuk dibaptiskan. Tapi kemudian Yesus mendesak Yohanes untuk membaptiskan Dia, ia berkata : “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.”
Saudara, Yesus merendahkan diri agar kehendak Allah dapat tergenapi dan demikian jugalah seharusnya kita bersikap. Kita harus rela untuk kehilangan hal-hal yang kita sukai agar kehendak Allah bisa digenapi. Dan hal ini dilakukan oleh para tokoh-tokoh iman, rasul Paulus harus meninggalkan masa depannya untuk menjadi seorang orang Farisi demi mengikuti Kristus, David Livigston harus mengorbankan profesinya untuk menjadi seorang dokter yang cukup di Inggris dan kemudian melayani Tuhan sebagai seorang missionaris di Afrika. 
Saudara marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah ada hal-hal yang harus saudara tinggalkan untuk supaya kehendak Tuhan dapat terwujud ? Jika ada mari kita ambil waktu sejenak untuk mendoakan hal tersebut. Berdolah memohon anugrah dari Tuhan untuk memampukan saudara meninggalkan hal-hal tersebut. Saudara percayalah bahwa Tuhan mengasihi saudara dan pasti akan memberikan anugrah dan kekuatan agar saudara mampu meninggalkan hal-hal tersebut supaya kehendak Tuhan dapat terwujud.  
-WELEM NOVI-

“Tugas Utama Manusia Di Dunia Bukan Untuk Mengejar Kehormatan, Menumpuk Kekayaan Atau Meninggalkan Warisan, Tapi Untuk Menggenapi Kehendak Allah.”

Komentar