Pencobaan di Padang Gurun

Selasa, 12 Januari 2020
Pencobaan di Padang Gurun
Bacaan : Matius 4:1-11
Maka Yesus dibawa oleh roh ke padang gurun untuk dicobai iblis.’
Mat. 4: 1


 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Saudara bacaan kita hari ini berisi tentang Yesus dicobai di padang gurun. Kita dapat melihat bersama melalui ayat ini, Yesus dalam keadaan yang lemah karena Ia telah berpuasa 40 hari dicobai oleh iblis. Iblis menggunakan cara liciknya untuk mencobai Yesus dengan memutarbalikkan ayat Firman Tuhan. Meskipun dengan berbagai cara yang iblis lakukan, namun Yesus tidak mengikuti godaannya untuk mengubah batu menjadi roti atau menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah dan menyembah kepada iblis. Setelah cara-cara yang iblis berikan untuk mencobai Yesus gagal, maka segera iblis pergi dan malaikat datang kepadaNya. 
 Saudara melalui pencobaan yang dialami oleh Yesus, sebenarnya ada banyak alasan untuk Yesus mengikuti perkataan iblis. Dia sedang dalam keadaan yang lemah setelah berpuasa 40 hari. Terlebih bisa saja Ia menggunakan kuasaNya untuk melakukan apa yang diperintahkan iblis (mengubah batu jadi roti). Iblis menggoda Yesus agar mengubah batu menjadi roti, menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah karena iblis tahu Ia berkuasa dan iblis ingin menggoda Yesus untuk menggunakan kuasaNya. Namun, Yesus tidak menggunakan kuasaNya untuk hal tersebut. Karena meskipun Ia berkuasa tetapi Ia tidak menggunakan kekuasaan itu semaunya sendiri. Ia lebih memilih untuk menyerahkan diri pada Allah dengan cara menunggu pertolongan dari Allah dibandingkan menggunakan kuasaNya.
 Saudara, Yesus memberikan teladan kepada setiap kita. Bahwa dalam menghadapi pencobaan, pertolongan dari Allah-lah yang harus menjadi kekuatan dan harapan kita dalam menghadapinya. Dengan melakukan hal seperti itu maka kita mempercayakan penuh kehidupan kita kepada kedaulatan Allah.
 Saudara marilah mengambil waktu sejenak untuk merenungkan Firman Tuhan yang baru saja kita dengar. Saudara adakah diantara kita yang mungkin hari-hari ini sedang mengalami kesulitan, tantangan atau cobaan hidup? Mari kita mengambil sikap seperti Yesus. Yaitu mengandalkan Allah sepenuhnya, berharap pada pertolongan dan perlindunganNya dan bukan mengandalkan kekuatan kita sebagai manusia yang tidak ada apa-apanya. Saudara, marilah kita meletakkan hidup kita sepenuhnya pada Tangan kuasa Allah. -DENAL SUTANTO-

“Menunggu pertolongan Allah jauh lebih baik daripada menerima jawaban instan dari iblis”

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN TUHAN

DIMANAKAH TUHAN, ALLAHMU?

BERTAHANLAH!