Menjaga Kekudusan Pernikahan

Menjaga Kekudusan Pernikahan 
Bacaan : Amsal 2:16-17 
Supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya, yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya. 
Amsal 2 : 16-17

 Shalom saudara yang dikasihi Tuhan, kita berjumpa lagi dalam acara renungan pagi spiritual life. Pagi ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan sebelum kita beraktifitas. Dan kali ini yang menjadi ayat dasar dari perenungan kita adalah Amsal 2:16-17. Saudara melalui ayat ini Salomo memperingatkan kita untuk menjauhkan diri dari perzinahan. Ada dua hal yang disinggung disini tentang karakter orang yang tidak menjaga kekudusan pernikahan, yaitu:
Pertama, mereka tidak setia kepada pasangan hidup masa mudanya.
 Saudara di dalam ayat 17 dikatakan bahwa orang-orang tersebut adalah orang yang tidak setia kepada pasangan masa muda mereka. Kata “pasangan masa muda” menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak menghormati kekudusan pernikahan, tidak menghormati pengalaman-pengalamam berharga mereka bersama pasangan mereka, khususnya pada masa-masa sulit dimana mereka mulai membangun rumah tangga dengan segala kompleksitas dan tantangan pada awal pernikahan. Mereka mengabaikan pengorbanan pasangan mereka dan mengikuti hawa nafsu mereka. Karena itu Salomo memperingatkan kita untuk menjauhi mereka, menghormati pasangan hidup yang Tuhan berikan kepada kita, dan menghargai pengorbanan mereka.   
Kedua, mereka tidak menghormati Allah
 Saudara pernikahan bukan hanya berbicara tentang perjanjian antara suami istri “dihadapan” Allah, tapi juga merupakan perjanjian suami-istri “kepada” Allah. Karena itulah dosa perzinahan bukan hanya bersalah kepada manusia (pasangan hidup) tapi juga kepada Allah. Hal ini juga berarti bahwa orang Kristen harus mempertanggungjawabkan kepada Allah, semua sikap mereka kepada pasangan mereka. Ketidaksetiaan mereka kepada pernikahan mereka menunjukkan ketidaksetiaan mereka kepada Allah. Pengkhianatan mereka kepada pasangan mereka berarti pengkhianatan mereka kepada Allah. Karena itu marilah kita menghormati Tuhan, dengan menjaga kekudusan pernikahan kita. Demikian Firman Tuhan pagi hari ini, Tuhan Yesus memberkati kita semua. -WELEM NOVI-

“Pernikahan bukan hanya perjanjian antara suami istri dihadapan Allah, tapi juga kepada Allah”

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN TUHAN

BERTAHANLAH!

DIMANAKAH TUHAN, ALLAHMU?