MOTIVASI YANG BENAR

MOTIVASI YANG BENAR

Mat. 7:5

Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Senang rasanya kembali kita bertemu untuk belajar bersama lebih dalam mengenai satu bagian dari Firman Tuhan.  Hari ini kita masih akan membahas khotbah Tuhan Yesus di bukit dalam hal meghakimi.

Ayat ini mengajarkan bahwa menilai orang lain tidaklah keliru.  Membantu orang lain untuk mengenali dan membersihkan kesalahan dirinya sendiri adalah sesuatu yang terpuji.  Alkitab berkali-kali menasihati kita untuk membimbing maupun menegur orang lain yang bersalah (Gal. 6:1).  Yang menjadi persoalan dalam ayat ini bukanlah tentang mengeluarkan selumbar dari mata saudara kita.  Yang dibahas dan dipersoalkan oleh Tuhan Yesus adalah sifat "munafik" pada saat menolong orang lain yang bersalah.  Kita berbuat seolah kita lebih baik dari orang lain.  Kita menganggap kesalahan orang lain lebih besar dari kita.  Kenyataannya, kadangkala kita lebih buruk dari orang lain.

Pada zaman dimana ayat ini ditulis banyak orang yang memilik sifat "munafik" ini terutama di kalangan orang farisi dan ahli taurat.  Mereka hanya bisa mengajar dan menghakimi orang lain, tetapi mereka sendiri tidak melakukan apa yang diajarkan (23:3-4).  Membebani banyak orang dengan aturan yang begitu berat, namun mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.  Kesalahan orang lain yang sepele dibesar-besarkan, tetapi kesalahan mereka yang fatal justru terlewatkan dengan mudah (15:1-6).  Inilah yang Tuhan Yesus fokuskan dalam ayat ini.

Saudara, tidak mungkin kita membantu saudara kita apabila kita masih memiliki sifat "munafik".  Supaya kita layak menilai orang lain, kita perlu lebih dahulu mengeluarkan balok di mata kita.  Ketika kita mau mengintropeksi diri kita dihadapan Allah yang maha kudus dan mengakuinya, kita tetap akan mampu melihat kesalahan orang lain.  Hanya saja, kali ini dengan cara pandang dan motivasi berbeda.  Kita akan memperlakukan dia sama seperti Allah memperlakukan kita.  Motivasi kita menjadi berdasarkan kelemah lembutan dan kasih yang tulus.  Marilah kita menelisik diri kita dihadapan Tuhan, agar kita juga dimampukan untuk membantu saudara kita dengan motivasi yang benar.  Tuhan Yesus Memberkati.  Amin. -WILIAM SETIADY-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN TUHAN

DIMANAKAH TUHAN, ALLAHMU?