JANGAN MEMBUNUH

Jangan Membunuh
Matius 5:21-24


    Shalom, selamat pagi bapak/ibu/saudara yang terkasih dalam Tuhan. Puji Tuhan hari ini kita kembali berjumpa dalam program spiritual life di mana kita akan bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Hari ini kita akan merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Matius 5:21-24. Dalam bagian ini, Yesus menjelaskan perintah keenam dari 10 perintah Allah yaitu “jangan membunuh”. Ia melanjutkan penjelasanNya mengenai hukum tersebut dengan memberikan beberapa contoh. Melalui contoh-contoh tersebut, Ia menunjukkan perintah yang lebih luas, dan menunjukkan standar yang lebih tinggi.

Uraian yang diberikan oleh Yesus mengenai perintah ini adalah bukan larangan untuk membunuh dalam artian harafiah saja yakni membunuh dengan menumpahkan darah. Tetapi juga membunuh dengan tindakan yang sepertinya wajar untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

1.    Marah tanpa sebab sama dengan membunuh dalam hati. Kemarahan adalah gejolak hati yang alami tapi hal ini akan disebut dosa apabila kita marah tanpa sebab. Jadi, kemarahan merupakan dosa adalah: apabila terjadi tanpa ada yang memancingnya, atau tanpa suatu sebab yang pantas, atau tanpa suatu sebab yang besar dan masuk akal; apabila dilakukan tanpa suatu tujuan yang baik, melainkan hanya sekadar untuk memamerkan kekuasaan, memuaskan nafsu kedagingan, untuk menunjukkan kekesalan kita kepada orang, dan marah dengan tujuan membalas dendam; apabila melampaui batas, yakni bila kita kasar, mengamuk dan bertindak jahat, serta bermaksud menyakiti orang-orang yang tidak kita sukai.

2.    Menggunakan kata-kata kasar sama halnya dengan pembunuhan dengan lidah. Seperti misalnya menyebutnya kafir dan jahil. Pada saat itu, kedua kata ini merupakan contoh kata yang tidak pantas karena bersifat menghina dan penuh rasa dendam serta kebencian. Yesus berkata bahwa kata-kata kasar yang keluar dari mulut kita bagaikan asap dari api yang dinyalakan dari neraka.

Saudara dari semua hal yang ini, dapat diambil kesimpulan bahwa perintah “jangan membunuh” bukan hanya berbicara tentang pertumpahan darah. Tetapi kita juga dapat membunuh orang lain dengan kemarahan dan kata-kata tidak pantas yang kita keluarkan. Oleh sebab itu marilah kita meminta Roh Kudus untuk selalu melimpahkan hati kita dengan kasih sehingga kita dapat terus menciptakan perdamaian dengan sesama. Amin. -MARGARETHA SUTANTO-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN TUHAN

DIMANAKAH TUHAN, ALLAHMU?