Roti Hidup (I)

Sabtu, 9 April 2022
Roti Hidup (I)
Bacaan Alkitab:  Yohanes 6:25-40

Saudara yang dikasihi Tuhan dari ayat yang baru saja kita baca ini, masih merupakan kelanjutan dari peristiwa ketika Kristus memberikan makan lima ribu orang. Saudara setelah peristiwa itu orang banyak berusaha memaksa Kristus untuk menjadi raja. Karena itulah Kristus menghindar dari mereka dan menyeberang ke Kapernaum. Namun disana orang banyak pun datang menemui Kristus. Di sanalah Kristus memberikan pelajaran tentang “roti hidup” kepada mereka. 
Kristus kemudian menegur motivasi mereka yang mencari Dia hanya karena mereka telah mendapatkan roti, dan tidak melihat tanda-tanda Ilahi di belakang semua peristiwa itu. Di dalam ayat 27 ia berkata  “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."  Kristus di dalam ayat ini menjelaskan bahwa meskipun roti juga merupakan hal yang penting, namun jangan sampai kita menghabiskan kehidupan kita hanya untuk mencari hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisik dan mengabaikan kebutuhan rohani. Banyak orang Kristen pun terjebak di dalam rutinitas sehari-hari mereka. Mereka tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, mereka tidak memperhatikan makna rohani dibalik seluruh rutinitas mereka. Semua berjalan tidak ada makna dan tanpa tujuan hidup. Hasilnya yang mereka rasakan adalah kebosanan dan rasa hampa. 
Saudara Kristus datang supaya kita memiliki tujuan di dalam hidup kita, salah satunya adalah agar kita dapat bertumbuh dengan kuasa Roh Kudus secara rohani.  Dan bukan itu saja saudara diutus untuk menjadi utusan Tuhan dimana pun dan dalam apapun yang saudara lakukan. Karena itu marilah kita belajar untuk memaknai kehidupan kita sehingga setiap detik yang kita lewati di dalam hidup kita adalah kehidupan yang sangat berarti.
Saudara, apakah hidup saudara sedang terjebak dalam rutinitas? Saudara marilah kita mengambil waktu sejenak untuk mendoakan hal tersebut. Berdoalah untuk meminta anugerah Allah agar memampukan saudara untuk memaknai kehidupan saudara sesuai dengan bimbingan Roh Kudus melalui Alkitab. Saudara hendaklah kita tidak menyianyiakan satu detik pun dari kehidupan kita, yaitu dengan cara belajar melakukan seluruh kehendak Allah di dalam hidup kita. -Welem Novi-

“Hanya Di Dalam Kristus Kehidupan Kita Dapat Memiliki Makna”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali