Perempuan yang Berzinah
Kamis, 21 April 2022
Perempuan yang Berzinah
Bacaan Alkitab : Yohanes 7: 53 – 8: 11
Yohanes 7: 53 – 8: 11 berisi kisah tentang orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang menguji Yesus berkaitan dengan hukum Musa. Ketika Yesus berada di bait Allah dan mengajar banyak orang, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat datang dan membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Perzinahan adalah perbuatan dosa yang dilakukan dua orang yang sudah menikah/bertunangan/belum menikah. Dalam tradisi Yahudi, menurut hukum Musa biasanya orang yang jatuh dalam dosa perzinahan akan dihukum rajam (Ul. 22: 13-30). Dalam kisah ini, beberapa penafsir menuliskan bahwa bisa saja perempuan tersebut sudah bertunangan. Dan, hanya ia yang dibawa kepada Yesus sebab laki-lakinya kabur atau merupakan orang penting, sehingga mereka tidak berani menghukumnya.
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat membawa perempuan tersebut dengan tujuan untuk menjebak Yesus. Sebab, apapun jawaban Yesus baik “dihukum” atau “tidak dihukum” maka Yesus akan segera diadili. Mengapa demikian? Jika Yesus menjawab “dihukum” maka Ia akan segera dibawa ke pengadilan Romawi sebab saat itu bangsa Yahudi sedang dijajah oleh pemerintahan Romawi sehingga tidak diijinkan untuk menghukum seseorang jika tidak melalui pengadilan Romawi. Sedangkan, jika Yesus menjawab “tidak dihukum” maka mereka akan membawa Yesus ke pengadilan Sanhedrin, sebab Yesus melanggar hukum Musa. Lalu apa jawab Yesus ketika mereka terus mendesak Yesus untuk memberi jawaban?
Yesus membungkuk, menulis dengan jariNya dan terdiam (ay. 6). Momen hening yang Yesus lakukan saat didesak, ditafsirkan sebagai waktu yang diberikan Yesus untuk para musuh-Nya bertobat dan tidak terus menerus mempermalukan perempuan yang berdosa tersebut. Sehingga tidak berapa lama kemudian Yesus berdiri dan berkata, “ Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (ay. 7). Kemudian Yesus kembali membungkuk dan menulis di tanah dengan jariNya (ay. 8). Apa yang Ia tulis? Beberapa penafsir menuliskan mungkin saja Yesus menuliskan dosa-dosa yang dilakukan para musuh-Nya tersebut, sebab setelah itu mulai dari yang paling tua, satu persatu mereka pergi dan meninggalkan perempuan tersebut.
Saudara setelah semua pergi, Yesus bertanya kepada perempuan tersebut dengan sapaan yang sopan, “Hai perempuan, dimanakah mereka? Tidak adakah yang menghukum engkau?” Dan perempuan menjawab, “Tidak ada, Tuhan.” Dan Yesus pun menjawab, “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang (ay. 10-11).” Beberapa penafsir menuliskan bahwa ada kemungkinan perempuan ini adalah perempuan yang selalu jatuh dalam dosa perzinahan tetapi Yesus mengampuni dan memberikan kesempatan yang baru kepada perempuan tersebut. Hal ini menunjukkan kebesaran anugerah Allah kepada semua orang berdosa baik para musuhNya maupun perempuan tersebut. Ada kehidupan yang baru yang ditawarkan bagi kita jika dengan rendah hati kita datang kepada-Nya, mengakui dosa, meminta ampun dan bertobat dari jalan-jalan yang jahat.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara dalam momen hening saat ini, mari kita kembali memeriksa hati kita dihadapan Allah. Apakah ada dosa yang masih dengan tekun saudara lakukan saat ini? Jika ada. Mari datang kepada Yesus Kristus dan memohon ampun pada-Nya. Lalu, terimalah pengampunan-Nya dan kehidupan baru yang Ia sedikan bagi saudara dan mulailah berjalan dalam kehidupan yang baru bersamaNya. -Thelie Herlina-
Mereka Yang Diampuni Harus Dengan Senang Hati Mengesampingkan Jalan-Jalan Yang Penuh Dosa Dan Berjalan Dalam Kehidupan Yang Baru.
Komentar
Posting Komentar