SELUMBAR VS BALOK

SELUMBAR VS BALOK

MAT. 7 : 4


Shallom saudara… bagaimana kabar saudara hari ini? Tentunya anugerah Allah senantiasa menaungi saudara dan saya. Pagi hari ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman yang akan diambil dari Mat. 7 : 4. Melalui Mat. 7 : 4 ini, Yesus sedang mengajarkan bahwa sikap suka menghakimi, berakar dari kesombongan yang terdapat dalam batin orang percaya. Dan akan menghasilkan dua sikap yang harus dihindari, yaitu : 

Pertama, selumbar  yaitu sikap suka mencari-cari kesalahan orang lain,

Mengapa orang suka untuk menghakimi? Karena banyak orang tidak suka dihakimi. Sehingga, mencari cara untuk membenarkan diri sendiri dengan cara mencari-cari kesalahan orang lain. Hal ini dilakukan karena sulit bagi kita untuk berpikir objektif dan tidak berpihak pada penilaian kita  ketika kita membandingkan diri dengan orang lain. Sebaliknya, kita berpikir terlalu berlebih-lebihan tentang diri sendiri dan memiliki hati yang penuh dengan kecurigaan kepada orang lain, sehingga lebih mudah bagi kita mencari-cari kesalahan orang lain daripada menemukan kesalahan yang terdapat pada diri kita. Dan sikap suka mencari-cari kesalahan orang lain, bahkan suka meributkan kesalahan yang paling kecil sekalipun, bukanlah ciri dari seorang murid Kristus.  

Kedua, balok yaitu meremehkan kekurangan diri sendiri,  

Saudara, seringkali kita dapati bahwa banyak orang cenderung menganggap sepele/bersikap biasa-biasa saja ketika mendapati kelemahan/kekurangan yang terdapat pada diri sendiri. Namun, akan langsung menghakimi habis-habisan ketika menemukan kesalahan yang sama pada orang lain. Seneca berkata, “Renungkanlah, boleh jadi kesalahan yang kaukeluhkan itu, setelah diteliti dengan sungguh-sungguh, ternyata juga terdapat dalam dirimu sendiri; dan pastilah tidak pantas untuk memperlihatkan kemarahan di depan umum terhadap kejahatanmu sendiri.” Dengan demikian, sebelum mencari kesalahan orang lain alangkah lebih bijaksana jika kita mengevaluasi diri sendiri terlebih dahulu. 

Saudara, sikap suka mencari-cari kesalahan dan meremehkan kekurangan diri sendiri merupakan ciri-ciri kemunafikan yang seringkali dikecam oleh Yesus terhadap orang-orang Farisi dan ahli taurat. Dan, adalah lebih bijkasana jika kita mejauhkan batin kita dari sikap suka menghakimi. Dengan cara mendisiplin diri dalam waktu-waktu dimana kita lebih sering menginstropeksi diri sendiri dan bertumbuh melalui perubahan sikap. Sehingga, kita dapat menolong saudara seiman yang lemah dengan lemah lembut dan rendah hati. Demikianlah perenungan pagi hari ini, mari tetap bertumbuh dalam kerendahhatian. Tuhan Yesus memberkati. 

-THELIE HERLINA-


SERINGKALI KESALAHAN YANG KITA TEMUKAN PADA ORANG LAIN SEBENARNYA TERDAPAT JUGA DALAM DIRI KITA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JALAN TUHAN

DIMANAKAH TUHAN, ALLAHMU?